Innalillahi Wainnailaihi Roji’un, Istirahatlah Dengan Tenang Winda

0
362
Kondisi Winda Lestari, penderita Kanker Otak stadium 4 sebelum dioperasi. (Foto : dokumentasi keluarga)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Masih ingat dengan Winda Lestari ? Gadis yang mengidap kanker otak stadium 4 sejak 3 tahun lalu, meninggal dunia Selasa (17/7/2018) subuh, di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta.

Tidaklah sebentar dan tidak mudah bagi Winda yang telah berjuang demi mengharap kesembuhan atas penyakit yang dideritanya, meski sudah berkali-kali operasi di kepalanya. Bahkan ibunda Winda Lestari, Pariah, pernah menyatakan, pada Selasa (17/5/2017) lalu, anaknya sudah berhasil menjalani operasi pengeluaran cairan di kepalanya yang mana operasi itu memakan waktu 4,5 jam.

Tentu tak cuma Winda yang berjuang, keluarganya pun tak henti-hentinya berdoa dan berusaha pun berikhtiar. Namun Allaah SWT berkendak lain.

Sejak Januari 2018 lalu, Alumni Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Bengkulu (Unib) ini kembali dirawat di ruang ICU RSPON Jakarta. Bahkan kondisi terakhir Winda sudah tidak bisa bangun lagi hanya terbaring tak berdaya.

“Sekarang Winda sudah pergi. Jenazahnya dikebumikan di Bengkulu”, ungkap ibundanya, Pariah.

Ketika sempat dipublis di berbagai media, keluarga Winda bersyukur mulai mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat luas. Sang ayah Suparso pernah menceritakan, penyakit yang diderita Winda sejak 2016 lalu itu bermula ketika Winda sering mengeluh sakit kepala sebelah (migrain). Kemudian, Winda sering kali pingsan. Ketika itu pula Winda sering dirawat di RSUD Argamakmur. Dari RSUD Argamakmur, Winda pun akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu. Di sanalah baru diketahui jika di dalam (otak) kepala Winda itu terdapat benjolan kecil dan oleh dokter setempat dinyatakan benjolan itu merupakan tumor.

Winda pun akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta dan dokter setempat menyatakan bahwa tumor tersebut sudah stadium 4. Hingga akhirnya dilakukan operasi dimana bagian tengkorak kepala sebelah kiri dibedah untuk membuat saluran selang di kepalanya.

Akhir kata, keluarga Winda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sanak saudara, jiran tetangga, sahabat dan seluruh masyarakat yang tak bisa disebutkan satu persatu. Yang mana selama ini telah memberikan perhatian, dukungan baik materil maupu moril selama Winda dalam masa pengobatan.

“Terimakasih untuk semua tanpa terkecuali. Jika selama semasa hidupnya anak kami dalam cara bergaul dalam kesehariannya ada perilaku dan ucapan yang kurang berkenan baik sengaja maupun tidak disengaja, saya mohon, maafkan anak kami Winda”, demikian mohon ayah Winda, warga Desa Karang Suci Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.

 

Laporan : Firdaus

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.