Sidang Kasus OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti
“Jangan Macam-Macam Dengan Staf  Saya, Staf Saya Nanti Saya Tempeleng”

0
83
Keterangan Mantan Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti pada sidang dengan terdakwa Jhony Wijaya. (Foto : ist)
JPU KPK, Haerudin. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Pada pembacaan surat dakwaan atas Terdakwa Ridwan Mukti dan isterinya, Lili Martiani Maddari, terungkap pada pertemuan 5 Juni 2017 di ruang kerja Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti sempat menyampaikan kalimat “jangan macam-macam dengan staf saya, staf saya nanti saya tempeleng”.

Kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Haerudin, pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bengkulu, pada 5 Juni 2017 dilaksanakan rapat staf yang diikuti terdakwa Ridwan Mukti selaku gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, seluruh asisten, staf ahli, dan seluruh kepala dinas/pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Rapat Rafflesia di lantai 2 Gedung Sekretariat Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dimulai sejak pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Setelah rapat selesai, lanjut Haerudin, Taufiq Adun menyampaikan perintah Terdakwa Ridwan Mukti agar Syaifuddin Firman menghubungi kontraktor pemenang proyek untuk menghadap Terdakwa Ridwan Mukti di ruang kerjanya. Kemudian, Syaifuddin Firman menghubungi para kontraktor.

 

Berita Terkait :

Sidang Perdana RM, Lily dan RDS Ramai. Para Terdakwa Terancam Pidana 20 Tahun Penjara
Jhoni Wijaya : Rp 1 Miliar Sebagai Tanda Terimakasih Untuk Gubernur Bengkulu
Istri Mantan Gubernur Bengkulu, Lily Maddari : THR Rp 1 Miliar Bagi Saya Itu Pantas
Dari Nilai Proyek Rp 58 Miliar, 10 % Fee Gubernur. Rencananya 2 % Juga Untuk Kadis, Kabid dan PPTK

 

Sekitar pukul 16.00 WIB, digelarlah pertemuan di ruang kerja Gubernur Bengkulu yang dihadiri oleh Terdakwa Ridwan Mukti, Syaifuddin Firman, Rico Dian Sari, Jhoni Wijaya, Ahmad Irfansyah dan Hariyanto alias Lolak.

“Dalam pertemuan tersebut Terdakwa Ridwan Mukti marah dan dengan suara tinggi mengatakan, saya ini ikut Pilkada berdarah-darah, habis ratusan miliar. Emang kalian di mana selama ini? Jangan-jangan kalian lawan? Bukan pendukung saya? Kenapa ngga’ pamit sama saya? Saya ini mantan pengusaha dan sudah dua periode jadi bupati. Sekarang saya jadi gubernur, saya penguasa di Bengkulu,” ucapnya saat membacakan surat dakwaan.

Selanjutnya, sambung Haerudin, Terdakwa Ridwan Mukti melihat ke arah Jhoni Wijaya dan berkata, “kamu yang punya PT SMS (Statika Mitrasarana)?, Jhoni menjawab, “bukan pak, yang punya Pak Soehinto dari Padang. Kemudian Terdakwa Ridwan Mukti menjawab, “Cina itu ya? suruh dia menghadap saya, cepat ! Jangan macam-macam sama saya, nanti saya tempeleng Cina itu”. Jhoni Wijaya hanya diam sambil menganggukan kepala.

“Setelah itu Terdakwa Ridwan Mukti mengatakan, kesemua yang hadir, jangan macam-macam bermain dengan staf saya, staf saya nanti saya tempeleng. Nanti saya bikin bangkrut kalian di blacklist perusahaannya, saya putus kontrakkan semua,” bebernya.

Akhir pertemuan, tambah Haerudin, Terdakwa Ridwan Mukti menyampaikan kepada kontraktor yang hadir untuk permasalahan commitment fee proyek agar berkoordinasi dengan Rico Dian Sari.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.