Kebakaran 2 Unit Rumah, Satunya Dihuni Nenek Renta dan Tuli. Bagaimana Nasib Nenek Itu ?

Situasi kebakaran yang meludeskan rumah Ndin dan Supima di Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu).

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Kebakaran yang meludeskan 2 unit rumah terjadi di Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (29/8/2017).  Kedua rumah tersebut milik Ndin dan Supima, nenek renta yang dalam kondisi tuna runggu.  Untungnya, dari kebakaran tersebut Supima yang usianya sekitar 80 an tahun itu terselamatkan dari kobaran api yang begitu besar.

Diceritakan Supriadi, sekretaris desa setempat, api berasal dari rumah Ndin itu diduga dari korsleting listrik. Sejak 3 tahun ini, rumah Ndin dalam kondisi kosong  atau tidak pernah dihuni. Ketika kobaran api mulai membesar dan mulai merambat rumah Supima, warga setempat yang bahu membahu memadamkan api, seketika itu juga menyelamatkan Supima. Menurut warga, Supima tinggal di rumah itu sendirian.

“Rumah Ndin itu non permanen (rumah papan/kayu). Jadi api memang cepat sekali membesar. Untungnya warga langsung teringat dengan Nenek Supima yang tinggal sendirian. Warga pun langsung menyelematkan nenek itu”, terang sekdes.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, api meludeskan kedua rumah itu hanya dalam hitungan menit. Mengingat cuaca saat ini sedang musim kemarau, angin begitu lahap meludeskan kedua rumah tua dari kayu itu. Warga setempat yang berupaya memadamkan api pun sangat kesulitan karena akses untuk mendapatkan air cukup sulit.

Situasi kebakaran yang meludeskan rumah Ndin dan Supima di Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu).

Bersyukur, armada pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Curup  tiba, sehingga api bisa langsung dipadamkan dan api tidak menjalar ke rumah lainnya. Diketahui armada damkar yang dikerahkan sebanyak 5 unit.

Sisi lain, kebakaran itu sempat membuat kemacetan sekitar 2 kilometer dari dua sisi ruas jalan lintas Curup – Kepahiang. Meski banyak warga yang membantu memadamkan air, namun ternyata lebih banyak warga yang hanya sekedar menonton dan memfoto musibah kebakaran tersebut.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *