Sidang Kasus OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu Disebut Terima Fee Proyek Rp 1,5 Miliar

Sidang Lanjutan dengan mendengarkan keterangan saksi Staf Admin dan Sopir, PT RPS, Haris Taufan Tura, Sahrul Anwar. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sidang lanjutan perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti, dengan terdakwa Jhoni Wijaya, kembali digelar di Pengadilan tipikor/PN Bengkulu, Selasa (19/9/2017) siang. Sidang kali ini menghadirkan 2 saksi, yakni Staf Administrasi PT Rico Putra Selatan (RPS) Haris Taufan Tura dan Sopir Rico Dian Sari, Sahrul Anwar.

Dalam keterangannya, saksi menyebutkan, bahwa PT RPS juga pernah memberikan fee proyek kepada Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi, sebesar Rp 1,5 miliar. Pemberian fee tersebut diduga terkait proyek jalan yang dimenangkan PT RPS di Kota Bengkulu.

 

Berita Terkait :

Ini Skenario Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Dalam Menentukan Pemenang Proyek
Peran Adik Ipar Gubernur Bengkulu Ricco Maddari Terungkap Di Persidangan
KPK Terapkan TPPU Pada Kasus Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti
Mantan Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti dan Isteri ‘Diinapkan’ Di Sel Tahti Polda

 

Pengacara Terdakwa Direktur PT Statita Mitrasarana Jhoni Wijaya, Andrew menanyakan kepada saksi, adanya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi sebelumnya yang menyebutkan pernah menyerahkan uang senilai Rp 500 juta tertanggal 28 Juni 2016 dan Rp 1 miliar pada 23 Mei 2017 kepada Syafriandi? Haris menjawab, Rp 1 miliar itu untuk fee proyek yang dimenangkan PT RPS di Kota Bengkulu. Dan itu, lanjut Haris, atas perintah Rico Dian Sari.

Untuk pemberian pertama, lanjutnya, senilai Rp 500 juta diberikan melalui Kabid Bina Marga PUPR Kota Bengkulu. Ketika itu Kabid Bina Marga lah yang langsung datang ke kantor PT RPS untuk mengambil uang tersebut.

“Pemberian yang kedua senilai Rp 1 miliar itu melalui ajudannya Pak Syafriandi, tidak pernah langsung kepada Pak Syafriandi,” katanya.

Terhimpun juga, sebelumnya Penyidik KPK juga sudah memeriksa Syafriandi di Polda Bengkulu pasca OTT terhadap Gubernur Bengkulu Non Aktif Cs.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *