Ketua YRSBU : Penyerahan Beasiswa Oleh YRSA Terkesan Gunakan Cara Premanisme

Usai menanyakan kegiatan apa yang dilakukan YRSA, Tajul Ahyar foto bersama dengan Dewan Pendiri YRSA dan Raktor Unras Sugeng Suharto, usai menyerahkan beasiswa. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Persoalan beasiswa 128 Mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur Bengkulu Utara selesai sudah. Yang mana beasiswa itu dikucurkan oleh Pemkab Bengkulu Utara (BU) sebesar Rp 640 juta itu dikirim melalui rekening Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA) ke rekening Rektorat Unras.

Namun menurut kubu Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU) menilai, penyerahan beasiswa tersebut terkesan amburadul. Betapa tidak, kata Ketua YRSBU Tajul Ahyar, penyerahan beasiswa bantuan Pemkab BU untuk mahasiswa Unras dari 3 angkatan yang dilakukan pihak YRSA pada Jum’at (18/8/2017) lalu itu nyaris ricuh.

Tajul Ahyar juga mengungkapkan, pihak YRSA tidak memiliki rektorat yang jelas. Penyerahan uang (beasiswa) itu pun dilakukan kesannya menggunakan cara premanisme.

“Saya datangi apa yang dilakukan pihak YRSA. Saya pun cuma mempertanyakan kegiatan apa yang dilakukan di Aula Unras? Karena saya lihat kesannya cara mereka seperti premanisme yang menunjukkan kearoganan merasa benar,” kata Tajul Ahyar.

Ditambahkannya, sebenarnya pihaknya pun tidak mempermasalahkan atau sudah memang seharusnya beasiswa itu diserahkan kepada ratusan mahasiswa tersebut. Tajul Ahyar hanya menyayangkan tata cara penyerahan beasiswa itu terkesan arogan dan dengan cara premanisme.

“Ini kan lembaga akedemik. Jadi jangan menunjukkan kesan arogan dan cara premanisme lah, seperti preman pasar saja. Selesaikan dulu lah masalah yayasan, barulah mengambil langkah selanjutnya. Terlebih soal pembagian beasiswa, saya tidak masalah penyerahan beasiswa itu. Toh, uang itu nantinya juga untuk kebutuhan kuliah dan ke rektorat lagi”, imbuhnya.

 

Berita Terkait :

Beasiswa Mahasiswa Unras dari Pemkab BU Akhirnya Diserahkan. Tapi Yang Menyerahkan …
Apa Pendapat Karyawan Unras dengan Kepemimpinan Imron Rosyadi ?
Soal Beasiswa Pemkab BU Yang Dikucurkan ke YRSA Bukan ke YRSBU, Ini Kata Rektor Unras

 

Penyelesaian melalui Kopertis, lanjutnya, tidak akan menyelesaikan masalah. Karena yang bisa menyelesaikan persoalan yayasan ini hanyalah pengadilan. Unras juga sudah mulai kondusif pasca pelantikan Rektor Imron Rosyadi. Rangkaian agenda universitas dan akademik sudah mulai berjalan.

“Harapan saya, jangan dirusak lagi lah dengan kepentingan tertentu. Terlebih lagi dengan kepentingan politik. Karena yang akan jadi korbannya, mahasiswa. Dan itu sangat tidak kami harapkan”, paparnya.

Disinggung kapan honor karyawan dan staf Unras akan dibayarkan YRSBU ? Mengingat saat ini sudah masuk 7 bulan honor mereka tertunggak? Tajul Ahyar menjawab akan mengupayakan semaksimal mungkin.

“Soal honor karyawan, kami (YRSBU) akan tetap mengupayakannya. Karena itu hutang yang harus dibayarkan kepada karyawan”, demikian Tajul Ahyar.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *