Korban Tenggelam Belum Juga Ditemukan, Solidaritas Lintas Desa Mulai Berdatangan

0
163
Kian kesini, warga kian ramai di lokasi Air Terjun Batu Betiang turut solidaritas membantu mencari korban Novis. [Foto : Muhamad Antoni/RedAksiBengkulu]

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Dihari ketiga pencarian Novis (13), Rabu (14/3/2018), yang tenggelam di Air Terjun Batu Betiang di lokasi pencarian di kawasan Air Terjun Batu Betiang yang terletak di kawasan lindung Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong,  Bengkulu, belum juga menuai hasil.

Padahal, dari pantauan RedAksiBengkulu.co.id, hingga Rabu sore warga terus berdatangan, termasuk kepala desa sekitar, yakni Desa Babakan Baru, Pal VIII, Slamet Sidoarjo, Puwodadi, Dataran Tapus, Pal VII, Pal 100 dan juga Kampung Melayu.

“Kami dari desa tetangga ikut prihatin dengan kejadian ini. Makanya kami juga solidaritas ikut membantu pencarian korban”, kata Kepala Desa Pal VIII, Prisnawati.

Namun pencarian korban yang merupakan warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Bermani Ulu Raya hari ini mulai dibantu dengan penerawangan paranormal. Di sisi lain, doa dan takziah terus dilakukan hingga malam ke empat di rumah korban, yang persisnya berada di depan Puskesmas Bermani Ulu Raya Desa Bangun Jaya.

Dituturkan Ujang (45), kerabat korban, warga mulai takziah sejak Minggu (11/3/2018) malam pasca korban dinyatakan tenggelam.

“Takziah tetap dilakukan. Kami selalu berdoa agar Novis segera ditemukan. Kami semua sayang dengan anak itu. Tapi kami juga harus mengikhlaskan kepergiannya”, kata Ujang.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Provinsi Bengkulu, Abdul Malik mengatakan, kendala saat ini yang dialami yaitu kurangnya alat komunikasi.

“Alat komunikasi yang kami bawa menggunakan Handy Talkie termasuk antenanya tapi tidak mencapai titik lokasi komunikasi. Padahal itu penting untuk komunikasi di lapangan”, kata Abdul Malik.

Ditambahkan dia, untuk rencana pencarian Kamis (15/3/2018) besok, tim akan di bantu rekan-rekan dari arung jeram Kabupaten Lebong untuk menelusuri sungai hingga mencapai aliran Sungai Ketahun.

“Kami dapat dukungan dari Tim Arum Jeram. Untuk itu kami akan telusuri aliran sungai ini hingga ke Sungai Ketahun. Semoga besok korban bisa ditemukan”, demikian Abdul Malik.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa korban bersama belasan teman-temannya menuju air terjun yang letaknya memang tidak jauh dari desanya, Minggu (11/3/2018). Mereka ke air terjun tujuannya untuk mandi atau berwisata.

Pagi itu mereka berangkat sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di lokasi air terjun, korban bersama teman-temannya mandi di air terjun. Sekitar pukul 11.00 WIB, Novis tenggelam. Sempat ada upaya pertolongan dari teman-temannya tapi usaha itu sia-sia.

Panik, beberapa teman-teman Navis berlari ke desa untuk melaporkan kejadian tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIB, warga desa dan keluarga korban baru menerima laporan. Seketika itu warga desa setempat langsung menuju lokasi malam hari itu juga guna melakukan pencarian. Barulah keesokan paginya tim gabungan dari Basarnas dan lainnya turut membantu pencarian.

 

Laporan  : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.