Lebih Dari 20 Tahun ‘Hilang’, Bunga Langka Ini Kembali Mekar di TWA Bukit Kaba

0
198
Bunga Rafflesia Arnoldi yang meka sempurna di kawasan Hutan TWA Bukit Kaba, di Desa Air Dingin Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Selasa (3/4/2018). [Foto : Dok. BKSDA Seksi Wilayah I Bengkulu]

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Seksi Konservasi Wilayah I, menemukan Bunga Rafflesia Arnoldi di kawasan Hutan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, di Desa Air Dingin Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Bunga terbesar ini pertama kali diketahui oleh warga setempat ketika masih berbentuk bongkol bunga alias belum mekar sempurna sekitar sepekan lalu.

“Ini kali pertama setelah sekitar 20 tahun lamanya atau sejak 1990 lalu tak pernah tumbuh lagi di kawasan TWA Bukit Kaba. Karena dulu ketika sering mekar, habitatnya rusak akibat banyaknya aktivitas manusia”, kata Pelindung Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Seksi Konservasi wilayah I David Huta Hayan, kepada RedAksiBengkulu.co.id Selasa (3/4/2018).

Dijelaskan dia, Rafflesia jenis ini merupakan Rafflesia Arnoldi dengan diameter kelopak bunga mencapai 30 centimeter. Bunga itu tumbuh di sekitar lahan pertanian warga, dan setelah dicek BKSDA masuk dalam kawasan TWA Bukit Kaba.

“Sempat kami lakukan survei-survei mencari keberadaan bunga itu, memang potensinya ada, tapi karena aktivitas manusia semakin tinggi, bunga tersebut jadi sulit untuk tumbuh”, ujar David.

Lebih lanjut David menjelaskan, pihaknya dibantu masyarakat, hingga saat ini terus melakukan pengawasan dan pengamanan di wilayah ditemukannya Rafflesia tersebut. Mengingat bunga langka ini sudah mulai jarang tumbuh dan mekar karena banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Provinsi Bengkulu Jaja Mulyana membenarkan tumbuh dan mekarnya Rafflesia Arnoldii tersebut. Sejak ditemukan, lanjut Jaja, petugas terus melakukan pengawasan agar bunga tersebut tetap terjaga.

“Petugas sudah mengecek dan memantau kawasan jangan sampai aktivitas manusia yang berlebihan akan menggangu keberadaan bunga Rafflesia tersebut,” singkat Jaja.

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.