Malam Ini, Warga Desa Air Hitam Kepahiang Tidak Boleh Tidur Nyenyak Karena Khawatir….

Laporan : Hendra Afriyanto

Salah satu rumah warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu yang terendam akibat luapan air dari Sungai Air Lanang dan Sungai Air Hitam terus meninggi. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Malam ini, warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu sepertinya tidak akan bisa tidur nyenyak. Kenapa? Luapan air dari Sungai Air Lanang dan Sungai Air Hitam mulai naik bahkan hingga pukul 23.30 WIB, air sudah mulai masuk rumah warga.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id salah seorang warga yang rumahnya sudah terendam air, Sutarmin, melalui telepon genggamnya menuturkan, jika rumahnya sudah dimasuki air dan merendam telapak kakinya.

“Air sudah masuk ke rumah kami dan merendam telapak kaki kami. Apalagi ketika ada kendaraan yang melintas di jalan, riak airnya langsung masuk ke rumah kami”, aku Sutarmin.

Sutarmin juga mengatakan, dalam kondisi itu ia dan anggota keluarganya mulai disibukkan dengan menyelamatkan barang-barang yang mulai terendam.

“Kami mulai angkut barang-barang ke atas (lantai 2). Kalau mengungsi, sepertinya tidak”, tutur Sutarmin.

Sementara itu, kepala desa setempat Arfan Tauzi mengatakan, ia sudah mengimbau warganya untuk tidak terlalu nyenyak tidur malam ini alias bersiaga. Karena dikhawatirkan debet air semakin meninggi dan akan membanjiri seluruh rumah warganya.

“Ada 3 rumah yang sudah terendam air. Yang pastinya rumah Sutarmin sudah dimasuki air”, demikian Arfan.

Untuk diketahui, banjir itu akibat luapan air sungai yang mengelilingi desa tersebut. Sebagaimana desanya itu dikelilingi Sungai Air Hitam dan Sungai Air Lanang. Air dari kedua sungai itu meluap juga dipicu oleh meluapnya air dari sungai besar, yakni Sungai Musi.

 

Berita Terkait :

Pagi Tadi, Warga Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas Kepahiang Ini Dikejutkan Dengan…

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *