Mantan Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti dan Isteri ‘Diinapkan’ Di Sel Tahti Polda

Mantan Gubernur Bengkulu Non Aktif H Ridwan Mukti saat tiba di Polda Bengkulu. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Non Aktif, H Ridwan Mukti, beserta isteri Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari alias Rico Chan, Senin (18/9/2017) sore, resmi diterbangkan dari Jakarta ke Bengkulu. Mereka diberangkatkan dengan menggunakan pesawat jenis Garuda GA298/BKS/1405, oleh penyidik KPK untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN)/ Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Ketiga tersangka yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait kasus dugaan suap fee proyek beberapa waktu lalu tersebut, tiba di Bandara Fatmawati Soekarno sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, ketiga tersangka digiring pihak KPK keluar bandara melalui ruang VIP bandara dan tampak mengenakan rompi orange tahanan KPK.

Lalu ketiganya langsung menuju Rutan Klas IIB Malabero untuk menitipkan tersangka, Rico Dian Sari alias Rico Chan. Setelah itu, pihak KPK membawa Ridwan Mukti dan isterinya Lily Martiani Maddari ke Polda Bengkulu untuk dititipkan ke Sel Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti).

Istri Mantan Gubernur Bengkulu Non Aktif Lili Martiani Maddari ketika berada di ruang Sel Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Bengkulu. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

Saat tiba di Gedung Direktorat Tahti Polda Bengkulu, tampak Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari sudah melepas rompi orange tahanan KPK. Selanjutnya, kedua tersangka ditahan pada sel berbeda di Ruang Tahti Polda Bengkulu yang berisi sekitar 44 tahanan termasuk Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari.

Sebelum digiring ke dalam sel, tampak beberapa keluarga maupun pihak yang masih mengenakan pakaian ASN sempat menemui Ridwan Mukti dan Lily Maddari.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Putra Iskandar mengatakan, berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Sprinhan) untuk 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini ketiga tersangka ditahan di Bengkulu.

“Nanti setelah ketiga tersangka kami limpahkan ke pengadilan, kita lihat bagaimana penetapan hakimnya terhadap para tersangka untuk ditahan dimana? Apakah di Rutan atau dimana? Yang jelasnya ketiga tersangka ditahan di Bengkulu. Itu hakim yang punya kewenangan nanti”, ujarnya usai menitipkan tersangka Rico Dian Sari alias Rico Chan di Rutan Malabero Bengkulu.

Untuk kapan waktu pelimpahan ke pengadilan, kata Putra, sesuai dengan undang-undang maksimal 14 hari ke depan terhitung mulai hari ini.

“Sebelum 14 hari, dipastikan sudah dilimpahkan ke pengadilan. Terhadap ketiga tersangka tidak ada perlakuan khusus, sama saja mereka semua itukan tahanan,” tutupnya.

Di lain pihak, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Coki Manurung melalui Dir Dit Tahti, AKBP Budi Santoso saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan terkait penitipan 2 tersangka tahanan KPK  tersebut.

“Konfirmasi sama KPK bukan sama saya. Untuk besuk itu harus seizin KPK”, singkatnya sembari meninggalkan awak media.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *