MASYAALLAAH !!! Ternyata Data Anak Tidak Sekolah di Kepahiang Jumlahnya Mengerikan ….

Hearing Pengurus dan para siswa dari PKBM Az-Zahra Kepahiang besama Komisi I DPRD Kepahiang, Selasa (5/9/2017), di Sekretariat DPRD Kepahiang. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Pengurus dan para siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Az-Zahra Kepahiang, Selasa (5/9/2017) siang, mendatangi Gedung Sekretariat DPRD Kepahiang. Kedatangan Ketua PKBM Az-Zahra  Helmiyensi didampingi puluhan anak didiknya itu disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Nurrahman dan diajak rapat dengar pendapat (hearing).

Di hearing itu, Helmiyensi membeberkan kondisi dan situasi Anak Tidak Sekolah (ATS) dan pendidikan non formal di Kepahiang dihadapan para Anggota Komisi I DPRD Kepahiang serta para anak-anak putus sekolah yang sudah belajar regular di PKBM-nya yang ikut dalam hearing tersebut. Betapa mencengangkan, bahwa jumlah ATS di Kepahiang diketahui paling banyak di antara kabupaten lainnya, yakni berjumlah 1.005 orang. Dan jumlah tersebut adalah jumlah valid dari Surat Edaran (SE) Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Diknas Nomor 518/c.c1.1/PR/2017 tentang Pendataan Anak di Usia Sekolah yang Tidak Sekolah (ATS)  tanggal 14 maret 2017 mencatat, ada 6.825 orang ATS di Provinsi Bengkulu.

“Kita (Kepahiang) paling banyak di antara kabupaten lain yang jumlah anak putus sekolahnya. Saya harap, hearing ini menjadi perhatian khusus Pemkab Kepahiang”, ujar Helmiyensi.

Dari data tersebut, sejak 2015 diketahui anak yang tidak bersekolah usia 6 sampai dengan 21 tahun di Kepahiang sebanyak 1.005 orang. Jumlah itu setelah divalidasi Tim Pendataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepahiang hingga per 30 Juni 2017. Sedangkan secara rinci setiap kecamatan di Kepahiang sebagai berikut :

No

Kecamatan

Jumlah per Jenis Kelamin

Jumlah

Laki laki

Perempuan

1

Kepahiang 220 113 313

2

Kabawetan 111 60

171

3

Seberang Musi 68 27

95

4

Ujan Mas 58 15

73

5

Merigi 53 28

81

6

Tebat Karai 44 19

63

7

Bermani Ilir 63 42

105

8

Muara Kemumu 64 40

104

Total 661 344

1.005

Pada kesempatan itu pula Helmiyensi menagih janji Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid yang pernah berjanji saat kampanye dulu  akan menuntaskan anak-anak putus sekolah yang ada di Kepahiang. Mengingat, saat ini di PKBM Az-Zahra baru bisa menampung 135 anak.

“Banyaknya ATS di Kepahiang ini tentu harus menjadi perhatian serius kita semua. Sebab kondisi ini akan mengancam pembangunan daerah. Jika tidak segera dilakukan upaya penanggulangan, karena anak-anak tersebut berpotensi untuk memicu munculnya permasalahan sosial. Seperti kejahatan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perdagangan manusia (human traficking) maraknya demo yang anarkis dan lemahnya daya saing secara ekonomi,” terang Helmiyensi.

Ketua PKBM Az-Zahra Helmiyensi (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa ia sudah 4 kali melaporkan perihal jumlah ATS langsung kepada Bupati Kepahiang namun tak penah ada respon.

“Saya pegang janji bupati. Saat kampanye beliau (bupati) datangi saya dan bilang, jika ada anak yang tidak sekolah tolong didata dan kita carikan solusi. Sekarang, saya sudah 4 kali datangi (bupati) tapi tak ada respon” bebernya lagi sembari minirukan gaya bupati saat kampanye.

Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Nurrahman yang memfasilitasi kedatangan pihak PKBM tersebut berharap penanggulangan anak-anak putus sekolah itu segera teratasi melalui program PKH, KIP dan bantuan khusus pendidikan lainnya.

“Kami minta OPD juga turun aktif menyelesaikan persoalan ini,” kata Nurrahman.

Sementara itu, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid saat dikonfirmasi perihal ini membenarkan adanya pelaporan dan data yang masuk mengenai ATS tersebut. Namun bupati mengaku jika data itu mesti ditelaah lebih jauh. Sebab dari data itu, lanjut bupati, harus sesuai nama dan alamat anak-anak tersebut.

“Kami respon kok dari laporan itu. Dikhawatrikan data yang terkumpul tidak sesuai nama makanya diverifikasi lagi dan mesti by name dan by address. Jangan sampai data yang putus sekolah gak jelas dan alamatnya lain”, kata bupati.

Disinggung apakah data yang diberikan oleh Ketua PKBM Az-Zahra itu tidak valid atau fiktif ? Bupati menjawab, harus divalidasi (lagi).

“Jangan-jangan datanya dari luar (Kepahiang). Ini bukan soal kita kejar KIP dan sebagainya dan hanya untuk mengambil dana besar, tapi program ini jangan sampai kita salah”, demikian Hidayat.

 

 

Berikut Data ATS dari Surat Edaran (SE) Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan
Diknas Nomor 518/c.c1.1/PR/2017 tentang Pendataan Anak di Usia Sekolah yang Tidak Sekolah (ATS)

No

Kabupaten Jumlah ATS Jumlah Yang Memiliki KIP Jumlah Yang miliki KPS

Keterangan

1

Bengkulu Utara 616 11

5

2

Rejang Lebong 771 1

0

3

Bengkulu Selatan 708 0

0

4

Mukomuko 426 57

0

5

Kepahiang 1.017 409 17

1.005 (valid)

6

Lebong 582 117

0

7

Kaur 966 254

14

8

Seluma 547 24

0

8

Bengkulu Tengah 110 1

0

10

Kota Bengkulu 1.082 63

1

TOTAL

6.825 937

37

 

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *