P3GK : Pak Bupati Bengkulu Utara, Mana Janjimu ?

0
127
Para pedagang yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Pasar Giri Kencana (P3GK) menyampaikan aspirasi mereka. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)
Para pedagang yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Pasar Giri Kencana (P3GK) menyampaikan aspirasi mereka. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Bupati Bengkulu Utara  Mian dituding pengingkar janji oleh para pedagang Pasar D1 Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Tudingan itu disampaikan para pedagang yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Pasar Giri Kencana (P3GK), lantaran bupati sampai saat ini belum juga mengindahkan aspirasi mereka.

Padahal sebelumnya Bupati Mian sendiri pernah mengungkapkan tidak akan merelokasi  pedagang ketika kawasan pasar itu sedang dilakukan pengaspalan beberapa waktu lalu. Aspirasi para pedagang itu disampaikan lewat tulisan yang tertera di spanduk yang dibentangkan di sepanjang gerbang pasar. Tulisan di spanduk-spanduk itu adalah “Wahai Penguasa, Buka Mata Buka Hati, Dengarkan Jeritan Kami, Mana Janjimu”. “Relokasi No, Harga Mati”.

Ketua Perwakilan Pedagang D1 Ketahun, Fendrahadi menerangkan, aksi yang dilakukan ini merupakan ungkapan kekesalan atas sikap acuhnya Bupati Mian yang mengabaikan janjinya dulu.

“Ini cara kami mengungkapkan aspirasi kami (pedagang D1 Ketahun) yang berdagang di Pasar Giri Kencana. Kami menuntut janji Mian ketika akan membangun Pasar Tradsional KTM Lagita. Tapi kenapa saat ini justru tidak dapat dimanfaatkan,”  ungkapnya.

Fendra menambahkan, saat Pemkab Bengkulu Utara merelokasi untuk kegiatan pengaspalan untuk wilayah Terminal Pasar Ketahun ini, Mi’an menjanjikan akan merelokasikan 26 kios  setelah pengaspalan. Tapi kenyataannya sampai saat ini atau sudah bulan ketujuh janji itu tidak kunjung ditepati.

“Apakah seperti ini seorang pemimpin ? Cuma bisa memberikan janji palsu kepada masyarakatnya? Hasil rapat di Balai Desa Giri Kencana September 2016 lalu, Mian berjanji usai pengaspalan, 26 kios akan  dikembalikan ke tempat semula. Ini sudah masuk bulan ketujuh, tapi tak kunjung direalisasikan janji tersebut,” kesalnya.

Padahal para pedagang di sini, lanjutnya, sangat mendukung program bupati yang akan membangun wilayah Kecamatan Ketahun dan Putri Hijau. Namun jika ada yang menjadi korban seperti ini serta kesimpangsiuran atas jumlah pembangunan kios baru, menjadi polemik bagi para pedagang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari UPT Pasar KTM Lagita Ketahun, katanya lagi, kios di bawah terminal itu berjumlah 214 unit. Namun pembangunan itu tidak sesuai dengan jumlah pedagang. Itu bukan tidak mungkin akan menimbulkan permasalahan baru.

“Kami berharap dari 214 pedagang yang menempati kios di lokasi pasar tidak menolak pembangunan pasar. Akan tetapi dalam pembangunannya jangan sampai tidak sesuai dengan harapan para pedagang,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.