Panitera, Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu dan Keluarga Terpidana Wilson Ditetapkan Tersangka

(Foto kiri dan tengah) Hakim Tipikor Suryana, Panitera Pengganti (PP) di PN Bengkulu Hendra Kurniawan ditetapkan tesangka oleh KPK. Termasuk Syuhadatul Islamy oknum PNS juga tersangka. (Foto kanan) perempuan yang masih belum diketahui identitas dan kapasitasnya namun sempat dibawa ke gedung KPK Jakarta. (Sumber Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Belum genap 1 bulan sidang vonis Wilson, terdakwa kasus korupsi Dana Kegiatan Rutin di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu Tahun 2013, ternyata OTT KPK pada Rabu (6/9/2017) tengah malam kemarin, belakangan diketahui ada kaitannya dengan kasus Wilson.

Dalam konferensi pers malam tadi di gedung KPK, dikatakan Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan, pihaknya menetapkan 3 tersangka. Yakni, Hakim Tipikor Suryana, Panitera Pengganti (PP) PN Bengkulu Hendra Kurniawan dan Syuhadatul Islamy, oknum PNS  yang diduga masih ada hubungan keluarga dengan Wilson. Mereka disimpulkan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan janji atau hadiah.

 

Berita Terkait :

Bengkulu OTT Lagi ! Oknum Pegawai PN Bengkulu Diamankan Penyidik KPK
OTT KPK, Diduga Oknum Hakim Tipikor Bengkulu Juga Diamankan
Ini Orang-orang Yang Diberangkatkan ke Jakarta Pasca OTT KPK Malam Tadi
Hakim Muda dan Cantik Ini Sempat Dijemput Penyidik KPK. Terlibatkah Hakim Ini ?
2 Ruang Hakim dan Meja Panitera di PN Bengkulu Disegel KPK

 

Sementara itu, ternyata dari 5 orang yang diberangkatkan penyidik KPK ke Jakarta Kamis (7/9/2017) siang dengan menggunakan pesawat Citilink itu, dihari yang sama penyidik KPK juga mengamankan Syuhadatul Islamy yang ketika itu ditangkap di Bogor, Jawa Barat. Syuhadatul Islamy belakangan diketahui oknum PNS yang juga selaku kepala di salah satu puskesmas di Kabupaten Seluma.

Yang masih menjadi pertanyaan hingga kini, perempuan paruhbaya yang ketika diamankan penyidik KPK malam itu mengenakan kerudung putih dan pakaian (jaket) berwarna merah, belum juga diketahui identitas dan kapasitasnya sebagai apa?

Dari keterangan yang sampaikan pihak KPK, Syuhadatul Islamy selaku pihak yang diduga sebagai pemberi suap. Syuhadatul Islamy diduga akan menyuap hakim dan panitera terkait penanganan perkara terdakwa Wilson dengan Nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl. Uang hadiah (commitment fee) tersebut disebut-sebut senilai Rp 125 juta untuk mereka berdua.

Atas pekara ini, Syuhadatul Islamy disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan hakim tipikor Suryana dan Panitera Hendra Kurniawan diduga selaku penerima suap. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, sidang putusan kasus korupsi Dana Kegiatan Rutin di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu Tahun 2013 dengan terdakwa mantan PPTK, Wilson, digelar di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Senin (14/8/2017). Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Kaswanto memvonis terdakwa dengan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara.

Selaku hakim anggota yakni hakim Suryana dan hakim ad hoc Henny Anggraini.  Sedangkan Panitera Penggantinya adalah Hendra Kurniawan.

 

Baca Juga :

Korupsi Kegiatan Rutin DPPKA Kota Bengkulu, Mantan PPTK Divonis 1,3 Tahun
Mantan PPTK DPPKA Kota Bengkulu Mulai Disidangkan. Terdakwa Jalani 2 Sidang Sekaligus Di PN Tipikor

 

 

 

 

 

 

Laporan : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *