Perempuan Ini Sebagai Tukang Parkir. Tapi Apa Yang Dilakukannya Mengundang Perhatian ….

0
86
Yusnaeni, perempuan yang kesehariannya sebagai tukang atau juru parkir di kawasan depan tempat hiburan karaoke, Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu, sedang menutup jalan yang berlubang. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

Laporan : Julio Rinaldi

Yusnaeni, perempuan yang kesehariannya sebagai tukang parkir di kawasan depan tempat hiburan karaoke, Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu, sedang menutup jalan yang berlubang. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Jika dilihat dari pekerjaannya, perempuan ini tidak terlalu menjadi perhatian bagi sebagian orang, khususnya pengendara yang melintas di Jalan Raya Fatmawati Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Atau tepatnya di depan salah satu tempat hiburan karaoke.

Namun dengan kepeduliannya terhadap pengguna jalan, perempuan ini secara sadar diri, ikhlas menutup jalan berlubang di depan tempat hiburan tersebut dengan batu-batu. Tentunya supaya tidak terjadi kecelakaan lagi akibat lubang itu.

Yusnaeni (46) namanya. Ibu satu anak ini tinggal di Komplek Jaya Kusuma RT 12 RW 4 Nomor 6 Penurunan, Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. Perempuan ini kesehariannya sebagai tukang parkir di kawasan jalan raya tersebut.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, Kamis (13/4/2017) sore, perempuan itu sedang mengangkat batu sendirian untuk menutupi jalan berlubang. Yusnaeni menjelaskan, apa yang dilakukannya hanya sebatas kepeduliannya tanpa pamrih. Mengingat sebelumnya pernah terjadi kecelakaan akibat pengguna jalan yang masuk atau menghindari lubang tersebut.

“Saya tutup jalan berlubang itu supaya orang (pengendara) tidak jatuh lagi. Karena kemarin itu ada orang kecelakaan karena lubang di jalan itu”, aku Yusnaeni.

Lanjut Yusnaeni, jika lubang jalan itu tidak ditutup, tentu lubangnya bertambah lebar dan dalam. Karena belum tentu persoalan kecil semacam itu diperhatikan pemerintah.

“Saya prihatin saja. Walau saya tukang parkir, Alhamdulillaah saya masih punya rasa empati. Saya juga gak mau ada orang kecelakaan lagi karena lubang itu”, sambungnya.

Ia pun berharap semoga pemerintah merespon lubang jalan itu di tutup secara permanen.

Di sisi lain, ada juga aksi menyindir Pemerintahan Kota Bengkulu terkait rusaknya infrastruktur jalan di banyak titik di Kota Bengkulu. Seperti yang dilakukan warga secara berkelompok menggelar ‘parade mancing’ di titik jalan rusak.

Adapun beberapa ruas jalan yang rusak tersebut di antaranya di Jalan Danau Dendam, Jalan Raya Kelurahan Surabaya (dekat Markas Komando Brimob), Jalan Raya Salak – Panorama, Jalan Raya Bentiring dan masih banyak lagi.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.