Pernyataan Puskesmas Yang Bilang Limbah Medis Dikumpulkan ke RSUD Kepahiang, Mental. Karena Faktanya ….

0
237
Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Arif Wirawan, ketika di Puskesmas Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)
Limbah medis ketika ditemukan oleh warga dari 3 desa yaitu Desa Tanjung Alam, Desa Air Hitam dan Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu ketika sedang bergotong-roryong memperbaiki jalan lintas desa. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Menyikapi persoalan limbah medis yang dibuang sembarangan di Sungai Musi di perbatasan Desa Cugung Lalang dengan Air Hitam Kecamatan Ujan Mas, Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid sudah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepahiang untuk menelusuri sumber limbah atau sampah tersebut. Namun hingga kini belum ada kepastian dari penelusuran sumber sampah medis itu.

“Saya sudah dapat laporan dari Kepala DLH bahwa petugas DLH sudah ke lokasi untuk meneliti. Saya juga lagi menunggu laporan dari Dinkes. Harap maklum”, tulis Hidayatullah melalui WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian RSUD Kepahiang, Tajri Fauzan menegaskan, pernyataan pihak Puskesmas Cugung Lalang yang mengaku bahwa sampah medis mereka sudah dikumpulkan dan dibuang ke RSUD Kepahiang, itu tidak benar. Tajri menuturkan, bahwa sejak 6 bulan belakangan ini, RSUD Kepahiang tidak menampung limbah medis dari seluruh puskesmas di Kepahiang.

Itu artinya, termasuk tidak ada penampungan limbah atau sampah medis dari Puskesmas Cugung Lalang. Hal itu dikarenakan bahwa izin limbah berisifat lokal atau hanya diperuntukan dari hasil limbah RSUD Kepahiang.

Mengingat, dulu RSUD Kepahiang pernah diperiksa Unit Tipidter Polda Bengkulu gara-gara prosedur pembuangan limbah medis. Sejak itulah, sudah 6 bulan RSUD Kepahiang tak tampung limbah medis dari luar rumah sakit. Sebab izin pembuangan limbah mereka masih lokal.

“Dan sampai sekarang belum ada izin dari Kementerian. Jadi dari Puskesmas Cugung Lalang pun kami tidak pernah terima limbah medis dalam bentuk apa pun”, demikian kata Tajri via telepon.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mukhtar Yatib  melalui Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan Ruli Oktoro menyatakan, pihaknya sudah mengambil sampel tanah dari lokasi pembuangan limbah medis tersebut dan saat ini sedang diperiksa.

“Kami belum bisa tunjukkan hasil jenis obat tersebut dari mana ? Tapi nanti ketika hasil hasil uji laboratorium sudah ada, akan kami kasih tahu hasilnya”, ujar Ruli.

Disinggung mengenai Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Puskesmas Cugung Lalang, Ruli menyatakan bahwa puskesmas tersebut sudah memiliki IPAL. Tapi itu pun baru direkomendasikan pada November lalu.

“Pada November 2017 kami melakukan pengawasan. Pada waktu itu, Kepala Puskesmas menyatakan kesanggupannya untuk membuat IPAL. Dengan demikian, puskesmas tersebut bisa mengelola limbah cair medis dan pihaknya akan segera memeriksa kadar parameter baku mutu limbah cair itu”, demikian singkat Ruli di ruangan kerjanya.

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto  

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.