Petani di Lebong-Bengkulu Kena Tumor Ganas. Makan Minum Susah, Wajah Kanannya Tertutup Tumor

0
69
Bursanudin (48), warga Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu menderita tumor ganas di pipi kanannya sejak 6 bulan terakhir. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, LEBONG – Bursanudin (48), warga Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu menderita tumor ganas di pipi kanannya sejak 6 bulan terakhir. Bahkan kini kondisi tumor itu sudah hampir menutupi wajah kanan dia.

Pria paruhbaya yang kesehariannya bertani ini terpaksa harus berbaring menahan sakit sejak tumornya semakin membesar. Yang menyedihkan lagi, untuk bertahan hidup makan dan minum, proses makan dan minumnya dibantu dengan pipet (sedotan) supaya mudah masuk ke tenggorokannya.

Camat Rimbo Pengadang Januar Pribadi menuturkan, dari keterangan keluarga, awal sakitnya Bursanudin pipinya seperti ditusuk-tusuk paku. Lama kelamaan muncul benjolan kecil dan terus membesar sampai menutup wajahnya. Upaya pengobatan sudah dilakukan pihak keluarga, namun hampir seluruh pelayanan kesehatan di Bengkulu angkat tangan mengobatinya karena keterbatasan peralatan.

“Pihak rumah sakit di Lebong menyarankan agar dirujuk ke Rumah Sakit Darmais Jakarta,” tuturnya.

Lanjut Januar, selama pengobatan Bursanudin, pihak keluarga mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun kartu itu juga belum mampu untuk membawa Bursanudin ke rumah sakit rujukan lantaran pihak keluarga tidak ada biaya untuk transportasi dan mencukupi biaya lainnya selama pengobatan.

“Keluarga Bursanudin ini tergolong tidak mampu. Sedangkan untuk membawa Bursanudin ke rumah sakit di Jakarta kan perlu biaya yang tidak sedikit. Kalau mengandalkan KIS, itu kan cuma khusus untuk pasien bukan untuk menanggung keluarga yang mendampinginya selama berobat”, sambung Januar.

Menindaklanjuti ini, keluarga Bursanudin tentunya membutuhkan uluran tangan dari para penderma demi kesembuhan Bursanudin. Jika ada dermawan yang akan menyisihkan sebagian rejekinya demi kesembuhan Bursanudin.

Untuk sementara waktu ini, kata Januar kepada RedAksiBengkulu.co.id melalui telepon selularnya Sabtu (21/1/2018), bantuan diakomodir melalui pihak kecamatan, mengingat pihaknya belum menanyakan kepada keluarga pasien apakah ada nomor rekening yang bisa memfasilitasi jika ada bantuan.

“Sementara ini silakan menghubungi perangkat kecamatan atau bisa dengan saya langsung. Kami juga rencananya akan membuat rekening bersama. Tapi kemungkinan Senin, karena sekarang bank tutup dan lagi pula jarak pemukiman kami dengan bank cukup jauh”, demikian Januar.

 

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here