Proyek Pasar dan Masjid Agung di Kepahiang – Bengkulu Disoroti KPK

Proyek pembangunan Masjid Agung yang dikerjakan oleh PT. Pondasi Alam Karya. ini sudah melewati batas waktu, maka proyek ini diperpanjang kontraknya hingga 23 November 2017. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Koordinator Supervisi Pencegahan (Korsurgah) Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah III, Adlinsyah Malik Nasution alias Choky mengatakan, beberapa proyek yang telah menelan dana miliaran rupiah di Kepahiang, faktanya terindikasi mengalami keterlambatan pengerjaan dari waktu yang sudah tertera di kontrak kerja. Dan itu, harus dijelaskan secara konkrit dan dipertanggungjawabkan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) nya.

“Saya lihat beberapa proyek di Kepahiang mengalami keterlambatan pengerjaan. Mestinya PPTK harus menegur keras dan bisa membeberkan alasan yang konkrit sehingga dapat dipertanggungjawabkan”, tulis Choky melalui pesannya yang disampaikan kepada RedAksiBengkulu.co.id di Whats App.

 

Berita Terkait :
Kenapa Bengkulu Sebagai Provinsi Pertama Kali Melaksanakannya ? Apa Karena Bengkulu Ini ….

 

Choky juga mengatakan, penyebab keterlambatan pengerjaan tersebut sangat memungkinkan karena si kontraktor bekerja tidak profesional, dan ini harus ditegur keras. Keterlambatan itu juga sudah semestinya dirincikan secara jelas bagaimana mekanis pembayaran denda.

“Jangan sembarangan memberikan alasan keterlambatan. PPTK-nya mesti tegas memberikan alasan harus diberi teguran keras. Itu sangat memungkinkan jika kontraktronya bekerja tidak profesional”, tulisnya lagi.

Di Kepahiang sendiri beberapa proyek yang mengalami perpanjangan kontrak diantaranya adalah Pembangunan Pasar Kabupaten Kepahiang yang pengejaannya dilakukan oleh PT Jasa Cerah Mentari dengan nilai Rp 5,6. Proyek ini di bawah naungan Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Kepahiang. Masa kontrak kerja pada proyek ini selama 100 hari (21 Agustus-28 November 2017).

Namun indikasinya pengerjaan proyek ini sampai dengan sekarang baru sekitar 16 %. Padahal menurut kalender kegiatan, pekerjaan itu seharusnya sudah mencapai 25 %. Disebut-sebut, lambannya pengerjaan proyek ini karena adanya pemusnahan aset sehingga untuk menunggu penyelesaian urusan aset ini sudah melewati 16 hari.

Pengerjaan proyek pasar ini dibagi 2 titik. Yakni pada titik pertama adalah Pasar Kepahiang yang dikerjakan oleh PT. Jasa Cerah Mentari dengan nilai proyek Rp 5,6 miliar. Sedangkan di titik satunya adalah pasar yang berada di Desa Bukit Menyan Kecamatan Bermani Ilir dengan nilai proyek Rp 2,8 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh PT. Alindro Karya Utama, dengan masa kontrak 15 Juli – 11 November 2017.

Ada juga proyek pembangunan Masjid Agung.yang dikerjakan oleh  PT. Pondasi Alam Karya. Waktu pengerjaan pembangunan masjid yang nilai proyeknya sebesar Rp 4.984.540.000 ini mulai 6 April – 2 Oktober 2017. Karena sudah melewati batas waktu, maka proyek ini diperpanjang kontraknya hingga 23 November 2017.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *