Psikolog : Pembuang Bayi Itu Orang Yang Mental dan Moralnya Tak Sehat

0
199
Ilustrasi Bayi [Foto : net]

RedAksiBengkulu.co,id, BENGKULU UTARA – Kasus pembuangan bayi yang tejadi di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara belakangan ini menandakan orangtua atau ibu bayi berada dalam kondisi mental dan moral yang tak sehat. Mereka bingung, kalut, pening, hingga frustasi sehingga perilakunya menjadi kontrasosial dan menyimpang.

Ini diungkapkan Psikolog, Tika Bisono, seperti yang ungkapkannya pada Republika.co.id. Tika mengatakan, peristiwa tersebut merupakan fenomena anomali.

“Pembuang bayi bisa dibilang sudah dalam kondisi sakit dan menghadapi ketidakjelasan arah,” kata Tika.

Orang tua yang membuang bayi itu, lanjutnya, mungkin juga tak memiliki tempat untuk mengadu dan menyalurkan kebingungannya. Keluarga, sahabat atau pihak yang dipercaya tak ada, sehingga membuang anak menjadi jalan keluar terakhir.

“Karena sudah mati sistem moralnya, sistem empatinya, sistem emosinya, rasa tanggungjawabnya, apalagi keimanannya”, lanjut Psikolog dari Konsultan PIBIS Sinergi ini.

Stres yang terakumulasi, tambahnya, akibat tekanan bertubi-tubi. Melihat kehamilan sebagai kutukan sehingga bayi tak lagi dinilai sebagai buah hati, makhluk hidup yang harus dikasihi, melainkan sumber bencana yang harus dihilangkan. Ketersambungan antara ibu dan anak, menjadi tak terbangun. Bahkan, kata Tika lagi, bisa jadi sebelumnya ada usaha si ibu dan pasangannya untuk menggugurkan tapi tak berhasil.

“Ini menjadi PR bagi negara kita agar memperbaiki tatanan keluarga Indonesia yang telah banyak carut-marut,” begitu katanya.

Sebagai solusi, sambung Psikolog yang melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia itu menyarankan, agar keluarga, RT/RW, hingga pemuka agama merangkul para ibu muda yang tertekan tersebut. Apapun alasan yang membuat si ibu muda hamil di luar kehendaknya, sebaiknya pihak terdekat menenangkan dan mendampingi.

“Kalau merasa terbebani dengan mengasuh dan membesarkan anak, kan sudah ada rumah yatim piatu, ada Dinas Sosial, ada PPPA. Bukan dengan menambah masalah dengan membuang atau menewaskan anak sendiri”, demikian kata perempuan kelahiran 58 tahun lalu.

Diketahui sebelumnya, Minggu malam (1/4/2018) warga Desa Seblat Kecamatan Putri Hijau dihebohkan kembali dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan. Beruntungnya bayi yang dibuang orangtuanya itu masih dalam kondisi hidup. Saat ditemukan, bayi itu masih terlilit tali pusar dan masih ada ari-arinya. Diduga, bayi ini sengaja dibuang pasca dilahirkan.

Kepala Puskesmas Putri Hijau Edi Ansori ketika dihubungi by phone, Selasa (2/4/2018) membenarkan adanya penemuan bayi dengan berat 2,7 kg dan panjang 42 cm tersebut.

“Bayi itu sudah ditangani tim medis. Kondisi bayi sehat wal ‘afiat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib”, kata Edi.

Sebulan sebelumnya lagi atau tepatnya pada Kamis (1/3/2018) siang, tanpa sengaja sosok bayi ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Desa Rama Agung Kecamatan Argamakmur oleh seorang Pemulung bernama Wayan. Bayi itu ditemukan di dalam kantong kresek hitam di tumpukan sampah. Sayangnya, ketika ditemukan bayi itu sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian setempat yang sempat olah TKP langsung membawa jasad bayi  itu ke RSUD Argamakmur. Dari hasil penyelidikan sementara waktu itu, diduga bayi yang lahir belum 24 jam itu merupakan korban aborsi dan sengaja dibuang orang tuanya.

 

Laporan : Firdaus

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.