Galang Dana #PrayForPalu
Puluhan Relawan PMI dan Pecinta Alam Keliling Pasar Bang Mego

0
147
Penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah oleh relawan PMI dan komunitas Pecinta Alam Rejang Lebong. [Foto : Andi Purwanto]

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Puluhan pecinta alam Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang terdiri dari Siswa Pecinta Alam (Sispala), mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan juga Kelompok Pecinta Alam (KPA), melangsungkan penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Aksi solidaritas untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah itu dilaksanakan sejak Sabtu (6/10/2018). Aksi tersebut juga didampingi oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Rejang Lebong, Andi Purwanto mengatakan, aksi penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang mengalami musibah bencana alam khususnya di Sulawesi.

Baca Juga :
Satu-satunya Yang Mewakili Sumatra di Daerah Bencana Gempa NTB

Dia menambahkan, donasi yang terkumpul hingga Minggu (7/10/2019) sore sebesar Rp 8.929.000. Uang yang terkumpul itu merupakan sumbangan sukarela dari warga. Mulai dari pemilik toko di Pasar Bang Mego, warga di sekitar kawasan Jalan Merdeka Pasar Tengah, Curup.

“Nantinya uang itu akan didonasikan atau ditransfer ke rekening penyalur bantuan untuk bencana di Sulawesi Tengah”, kata Andi yang juga relawan PMI.

Sementara itu, Posko bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Lembaga Zakat, Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Rejang Lebong, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 44.365.000. Koordinator Posko, Irwansyah menjelaskan, jumlah tersebut dikumpulkan sejak hari pertama peristiwa, Jumat, 28 September lalu, hingga sepekan kemudian. Adapun rinciannya ;

Rincian Dana Sumbangan yang dihimpun AMM dan Lazismu Curup Rejang Lebong selama sepekan. [Grafis : Putigraf]
“Dana tersebut nantinya akan disalurkan ke Lazizmu pusat di Jakarta,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menurut lansiran liputan6.com berdasarkan keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, delapan hari usai gempa jumlah korban tewas akibat gempa terus meningkat.

Sumber ; BNPB [Grafis : Putigraf]
Data BNPB pada Sabtu (6/10/2018) hingga pukul 17.00 Wita, sudah 1.649 orang meninggal dunia.

“Korban yang telah dimakamkan di TPU Paboya, 1.649 jenazah”, ujar Sutopo.

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.