Setiap Hari Berkendara, Tahukah Kalian Siapa Penemu Lampu Lalu Lintas (Traffict Light) ?

0
608
Traffict Light. [Foto : net]

RedAksiBengkulu.co.id – Setiap pengendara, pasti sudah tahu yang namanya Lampu Lalu Lintas atau yang akrab disebut Lampu Merah (Traffict Light). Tanpa lampu lalu lintas, kondisi di persimpangan jalan pasti akan macet dan semrawut. Tapi tahukah Anda, sejarah lampu lalu lintas dari masa ke masa ? Berikut ulasan singkat yang disadur dari nationalgeographic.co.id ;

Lampu Lalu Lintas atau sinyal lalu lintas hampir selalu ditemukan di persimpangan besar di kota-kota di seluruh dunia. Lampu berwarna merah, kuning dan hijau ini memberitahu kita kapan waktu yang aman untuk melaju melalui persimpangan atau membiarkan pengemudi, pesepeda dan pejalan kaki lewat terlebih dahulu. Tanpa lampu lalu lintas, kondisi di persimpangan pasti akan semrawut dan macet. Tapi, siapakah orang yang berjasa menemukan lampu lalu lintas ?

Lampu atau sinyal lalu lintas pertama kali di dunia ini di persimpangan Bridge Street dan Great George Street di wilayah Westminster, London – Inggris (dekat Houses of Parliament dan Westminster Bridge) pada pada 9 Desember 1868.

Waktu itu, kemacetan lalu lintas telah menjadi masalah bahkan sebelum penemuan mobil otomatis. Menurut BBC, kereta kuda dan pejalan kaki telah memadati jalan-jalan Kota London. Saat itu, manajer kereta api Inggris, John Peake Knight, menyarankan untuk mengadaptasi metode semapur yang biasa digunakan kereta api untuk mengontrol lalu lintas di jalan raya.

Pada metode adaptasi Knight, sinyal lalu lintas akan menampilkan tanda “Stop” dan “Go” di siang hari, dan pada malam hari, lampu berwarna merah dan hijau akan digunakan. Lampu gas akan menerangi tanda tersebut. Seorang petugas polisi ditempatkan tak jauh dari sinyal lalu lintas tersebut untuk mengoperasikannya.

Sayangnya, lampu atau sinyal itu hanya berselang sebulan. Tidak diberlakukannya lampu lalu lintas itu karena ada seorang polisi yang bertugas mengontrol sinyal pada waktu itu terluka parah ketika ada musibah kebocoran gas sehingga menyebabkan salah satu lampu meledak dan mengenai wajah polisi yang bertugas. Proyek ini dinyatakan berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan segera dicopot.

Empat puluh tahun atau 4 dekade kemudian, sinyal lalu lintas mulai populer kembali. Di Amerika Serikat, pemasangan lampu lalu lintas seiring dirilisnya mobil otomatis. Pada awal 1910-an, beberapa hak paten diajukan, masing-masing dengan inovasi berbeda dari ide dasar.

Seperti yang dilakukan Ernest Sirrine. Dialah yang menemukan kembali teknologi Traffict Light asal Amerika Serikat, tahun 1910.  Dia mengenalkan sebuah pengatur sinyal lalu lintas otomatis di Chicago. Sinyal lalu lintasnya menggunakan dua lengan tak bercahaya yang diatur seperti palang silang menyerupai tanda plus (+) dan berotasi pada satu sumbu. Sinyal tersebut menampilkan tanda “Stop” dan “Proceed”.

Lampu lalu lintas rancangan Ernest Sirrine. (U.S. Patent Office). [Foto : nationalgeographic.co.id]
Inovasi selanjutnya ditemukan oleh Lester Farnsworth Wire, pada tahun 1912. Lester juga merupakan seorang polisi di Salt Lake City, Utah. Teknologi yang dimunculkannya adalah, lampu lalu lintas listrik pertama yang menggunakan Lampu Merah dan Hijau. Sinyal lalu lintas buatan Wire menyerupai rumah burung dengan empat sisi dan terpasang pada tiang tinggi. Benda tersebut ditempatkan di tengah-tengah persimpangan dan dijalankan dengan bantuan kabel listrik di udara. Seorang petugas polisi harus mengatur lampunya secara manual.

Lampu lalu lintas rancangan Lester Farnsworth Wire menyerupai rumah burung dengan empat sisi dan terpasang pada tiang tinggi. (Departemen Transportasi Utah). [Foto : nationalgeographic.co.id]
Namun, kreditasi untuk “sinyal lalu lintas listrik pertama” diberikan pada James Hoge. Sistem rancangannya diiinstal pada 5 Agustus 1914 di Cleveland. Hoge menerima hak paten untuk sistem tersebut pada 1918, setelah mengajukan permohonan pada 1913. Sinyal lalu lintas Hoge menggunakan kata-kata “Stop” dan “Move” bercahaya yang dipasang pada masing-masing penjuru persimpangan. Sistem ini menggunakan kabel sehingga polisi dan Departemen Pemadam Kebakaran kala itu bisa menyesuaikan irama lampu jika dalam kasus darurat.

Berkembang lagi oleh William Ghiglieri dari San Fransisco. Oleh Ghiglieri, dia mematenkan sinyal lalu lintas otomatis pertama yang menggunakan cahaya Merah dan Hijau pada tahun 1917. Rancangan dia memiliki opsi untuk dioperasikan secara manual atau otomatis.

Kemudian pada 1920, William Potts, seorang Polisi Detroit turut mengembangkan beberapa sistem lampu lalu lintas otomatis, termasuk sinyal tiga warna pertama, yang menambahkan lampu kuning sebagai tanda untuk “hati-hati”. Dalam setahun, setiap sudut Avenue Woodward dan Michigan pada tahun itu pun dipenuhi lampu lalu lintas temuan Polisi Detroit itu. Sayangnya Potts tidak mematenkan penemuannya, sehingga hak paten itu dilakukan Garret Morgan pada tahun 1923, seorang pengusaha General Electric (GE). Oleh Morgan, lampu lalu lintas itu diproduksi massal dan pasarkan secara nasional.

Lampu penyeberangan yang pertama kali ditemukan John S. Allen asal Amerika Serikat tahun 1930-an. [Foto ; net]
Sinyal untuk pejalan kali pertama kali digabungkan dengan lampu lintas pada tahun 1930-an. John S. Allen si penemunya asal Amerika. Dia pun mengajukan hak paten atas sinyal lalu lintas untuk pejalan kaki. Alen merancang sinyal pejalan kaki yang dipasang di bibir trotoar.

 

Redaksi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.