Sidang Perdana Jhoni Wijaya, JPU KPK : Mantan Gubernur Bengkulu Terlibat Sangat Kuat

Sidang Perdana Terdakwa Direktur PT Statika Mitrasarana, Jhoni Wijaya. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sidang perdana kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti dan rekanannya, dengan terdakwa Direktur PT Statika Mitrasarana (SM), Jhoni Wijaya, resmi digelar di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Selasa (5/9/2017). Sidang kali ini beragendakan pembacaan dakwaan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI.

Dikatakan salah seorang JPU KPK, Herry B.S Ratna Putra, bahwa dalam sidang selanjutnya JPU akan menghadirkan tersangka OTT lainnya, termasuk Ridwan Mukti.

“Ridwan Mukti Cs akan kami hadirkan juga dipersidangan sebagai saksi. Tapi belum untuk pekan depan. Saksi yang dihadirkan nanti ada dari swasta dan ada juga dari Pemda Bengkulu sekitar 4 – 5 orang”, ujarnya.

Untuk keterlibatan Ridwan Mukti, lanjut Herry, berdasarkan alat bukti yang ada keterlibatannya sangat kuat dan hal itu sudah diuraikan di surat dakwaan.

“Dalam perkara suap, antara pemberi dan penerima kan sama-sama aktif. Jadi perkara ini suap aktif. Dalam perkara suap tidak ada paksaan, kalau ada itu pemerasan jadinya”, ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk permintaan fee proyek dalam kasus ini tidak ada bentuk kesepakatan sebelumnya.

“Untuk besaran fee 10 persen itu memang ada permintaan dari Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat itu ke Rico Dian Sari (RDS)”, tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *