Sidang Tersangka OTT KPK Turunkan 8 JPU

Ketua Tim JPU KPK RI, Fitroh Cahyanto. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, akan menurunkan sekitar 8 Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan suap Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti, dengan tersangka Direktur PT Statika Mitrasarana, Jhony Wijaya (JW). Demikian disampaikan Ketua Tim JPU KPK, Fitroh Cahyanto.

“JPU untuk sementara ada sekitar 2 tim dan itu sekitar 8 orang. Saya Ketua Tim JPU untuk tersangka Jhony Wijaya,” ujar Fitroh, Kamis (16/8/2017), usai mengantar tersangka Jhony ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II Malabero Bengkulu.

Dijelaskan Fitroh, bahwa perkara tersebut dipisah menjadi 3 berkas, yakni Jhony selaku pemberi uang (penyuap) dan penerimanya Ridwan Mukti beserta istri, Lily Martiani Maddari. Selanjutnya ada, Rico Dian Sari (RDS).

“Tersangkanya (Jhony) sudah kami bawa ke sini, segera mungkin kami susun dakwaan dan sekitar pada 29 Agustus kelak, kami limpahkan ke pengadilan”, jelasnya.

Untuk sidangnya nanti, lanjut Fitroh, tentu menunggu penetapan dari hakim yang menyidangkan perkara itu dan biasanya 1 minggu setelah pelimpahan.

“Sekitar 5 September Insyaallaah perkara ini disidangkan. Untuk 3 tersangka lainnya itu sebagai penerima suap. Jadi penahanannya juga masih bisa diperpanjang. Kemungkinan masih ada beberapa alat bukti yang diperlukan dan dalam waktu dekat juga akan dilimpahkan ke sini”, ungkapnya.

Disinggung adanya kemungkinan tersangka tambahan dalam kasus ini, Fitroh menjelaskan, perihal itu akan kita lihat pada fakta persidangan kelak, apakah ada pihak-pihak lain yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidananya atau tidak?

“Untuk sekarang belum ada. Dari hasil berkas perkara masih 4 orang itu saja yang sebelumnya kami tetapkan sebagai tersangka”, paparnya.

 

Baca Juga :

KPK Terapkan TPPU Pada Kasus Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti
Puskaki : Kasus OTT KPK Gubernur Bengkulu Bukan Musibah, Tapi Kejahatan Terencana
Rekonstruksi KPK di Rumah Pribadi Gubernur Bengkulu Non Aktif Menarik Perhatian Warga
Ketua DPC AAI Bengkulu : Lebih Bahaya Lagi Perilaku Koruptif di Semua Elemen

 

Masih menurut Fitroh, untuk Barang Bukti (BB) berupa uang senilai Rp 1,2 miliar itu akan dibuka semuanya saat persidangan.

“Nanti kami buka semua di persidangan dan kami uraikan di (sidang) dakwaan bagaimana kronologisnya dan peran-peran dari semua pihak yang terlibat”, tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *