Sudah 2 Kali Melaporkan Kades Definitif, Tapi Justru Mantan Pjs Kades Ini Yang Ditahan

0
50
Mantan Pjs Kades Gunung Agung Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu (kanan berpeci) sempat berfoto dulu. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Rio Hermawan, mantan Pjs Kades Gunung Agung Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu sudah 2 kali melaporkan kades defenitif Budianto Babul. Tapi Senin (9/10/2017) malah Rio yang ditahan Penyidik Tipidkor Satreskrim Polres Bengkulu Utara.

Penahanan Rio Hermawan dibenarkan Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri. Mantan kades itu, kata jufri, ditahan atas perkara dugaan korupsi senilai Rp 120 juta atas Dana Desa (DD) Gunung Agung saat ia menjabat Pjs Kades Gunung Agung.

“Iya Rio kami tahan atas dengan kasus korupsi Dana Desa sewaktu ia menjabat pjs kades”, kata Kasat.

Ditambahkan Jufri, bahwa penyelidikan kasus Rio ini sudah lama. Rio dilaporkan masyarakat terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa tahun 2016.

“Penahanan dilakukan setelah penyelidikan dan gelar perkara serta dari hasil audit Inspektorat. Dan juga pengakuan dari mantan Kades Gunung Agung. Makanya Rio resmi ditahan mengingat berkas kasusnya sudah lengkap”, papar Kasat Reskrim.

Jufri juga menjelaskan, atas perkara ini Rio bisa dijerat Pasal 2, 3 , 9 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yang ancaman penjaranya 20 tahun.

Untuk diketahui, pertama kali Rio melaporkan Budianto Babul pada sekitar pertengahan September 2017. Rio melapor perkara dugaan pemalsuan tandatangan Rio Hermawan dan 2 rekannya yang juga mantan perangkat desa setempat yakni, mantan Sekdes Gunung Agung, Awaludin  dan mantan Kasi Pembangunan Desa, Ide Bagus Barate ini ke Polres Bengkulu Utara.

Yang mana dari laporan itu, ada indikasi memalsukan tandatangan Rio dan rekan-rekan lain untuk mencairkan Dana Desa tahap II Tahun 2016, Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan III dan IV Tahun 2016 serta Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (DBHPR) Tahun 2016. Yang mana dari berkas tersebut dicairkan tanpa sepengetahuan ketiganya. (Baca : Di Argamakmur Bengkulu Utara, Kades Ini Dilaporkan Polisi Oleh Mantan Pjs Kades)

Kemudian beberapa hari lalu, Rio juga melaporkan Budianto Babul ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Argamakmur. Dalam laporan Rio ke Kejari Argamakmur itu dijelaskan, bahwa Budianto Babul diduga melakukan tindak pidana korupsi. Yang mana Budianto Babul diduga telah memalsukan tandatangan pada daftar tanda terima honorarium pelaksana kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan desa, pembangunan jalan rabat beton yang dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2016. (Baca : Mantan Pjs Kades Gunung Agung Kecamatan Argamakmur Laporkan Kadesnya Lagi).

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here