Terjaring OTT KPK, Bupati Bengkulu Selatan : Saya Nggak Ngerti Apa-apa

0
75
Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud saat tiba di Polda Bengkulu dengan mengenakan kemeja batik hitam putih dilapis jaket warna biru coklat muda. [Foto : ist]

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU SELATAN – Sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (15/5/2018), masyarakat Bengkulu Selatan dihebohkan dengan informasi bahwa bupati mereka terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Pasca penangkapan, bupati bersama 3 orang lainnya langsung dibawa ke Polda Bengkulu.

Sesampainya di Polda Bengkulu, bupati bersama 3 orang lainnya yang didampingi Tim KPK itu sudah dinanti oleh puluhan awak pers. Ketika diserbu awak pers dengan beragam pertanyaan, sembari berjalan menuju salah satu ruang di Polda Bengkulu, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mengatakan, jika dia tidak mengetahui apa yang terjadi.

“Saya nggak ngerti apa-apa. Tanya dengan orang yang memberi, tanya dengan yang menerima. Tanya saja,” ucapnya saat tiba di gedung Reskrim Polda Bengkulu, sekitar pukul 23.30 Wib dengan menggunakan mobil Honda CRV warna hitam BD 1298 BY.

Mobil dinas Honda CRV warna hitam BD 1298 BY saat tiba di Polda Bengkulu, sekitar pukul 23.30 Wib. [Foto : ist]
Saat ditanya siapa saja orang-orang yang dibawa? Dirwan menjawab tidak tahu.

“Saya nggak tahu orang-orang yang dibawa siapa saja? ”, singkatnya sembari meninggalkan awak media masuk ke gedung Reskrim Polda Bengkulu mengenakan kemeja batik hitam putih dilapis jaket warna biru coklat muda dengan dijaga ketat polisi bersenjata lengkap.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung melalui Dir Reskrimsus Kombes Pol  Ahmad Tarmizi, membenarkan adanya pengamanan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud beserta 3 orang lainnya oleh Tim KPK di Gedung Direskrim.

“Benar tadi Bupati Bengkulu Selatan Pak Dirwan dibawa oleh Tim KPK. Kami hanya membantu. Yang pasti kami menyiapkan tempat agar mereka butuh apa, tinggal ngomong saja. Sepertinya 4 orang yang diamankan itu pagi kelak akan diberangkatkan ke Jakarta dengan Pesawat Garuda”, kata Ahmad Tarmizi, saat akan meninggalkan Gedung Reskrim Polda Bengkulu, sekitar pukul 00.30 WIB.

Info terangkum, selain Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, ketiga orang lainnya yang turut diamankan Tim KPK, diduga Heni, Istri Bupati. Kemudian Wati, oknum PNS yang disinyalir masih ada hubungan kekerabatan dengan bupati. Serta pihak swasta yang disebut-sebut bernama Jauhari alias Jukal.

Barang bukti (BB) yang turut diamankan tim KPK yakni uang tunai yang diduga senilai Rp 100 juta. Diduga, uang tersebut terkait salah satu proyek di Bengkulu Selatan.

Sementara itu, kutipan pernyataan juru bicara KPK RI, Febri Diansyah, melalui WhatsApp Grup menuliskan, sudah ada tim penindakan di lapangan yang sedang jalan beberapa hari ini. Ia pun sudah dapat konfirmasi bahwa sudah ada yang diamankan beberapa orang di daerah Bengkulu, termasuk kepala daerah dan swasta.

“Kami lakukan kroscek informasi dari masyarakat. Diduga transaksi sudah terjadi. Sejumlah uang diamankan tim dan sedang dalam proses perhitungan”, tulis Febri.

Informasi lebih lanjut akan disampaikan menyusul mengingat tim sedang mendalami persoalan ini yang disinyalir ada keterkaitan dengan proyek di Bengkulu Selatan.

Untuk diketahui juga, OTT KPK ini dilakukan di kediaman rumah Bupati Bengkulu Selatan di Jalan Gerak Alam, Bengkulu Selatan.

 

 

Laporan : Julio Rinaldi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here