Terlibat Pemufakatan Jahat, Mantan Bupati BS Reskan Effendi Dituntut 6 Tahun Penjara

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Kejati Bengkulu terhadap Terdakwa Mantan Bupati Bengkulu Selatan, Reskan Effendi yang dituntut 6 tahun penjara. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Mantan Bupati Bengkulu Selatan (BS), Reskan Effendi, dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dalam sidang kasus pemufakatan jahat peletakan narkotika di ruang kerja bupati terpilih, Dirwan Mahmud, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Dikatakan JPU, Jefferson Hutagaol, bahwa tuntutan 6 tahun penjara tersebut diberikan lantaran atas perbuatannya terdakwa melanggar Pasal 112 ayat 1 Junto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa Reskan Effendi dituntut dengan hukuman 6 tahun penjara,” ucapnya, Selasa (18/7/2017) di PN Bengkulu.

Menanggapi tuntutan JPU, Pengacara Terdakwa, Humisar Tambunan menyatakan, bahwa tuntutan tersebut luar biasa berat bagi kliennya.

“Tuntutan 6 tahun itu saya kira cukup berat. Karena menurut kami, sebenarnya perkara ini bukan kasus narkoba murni. Sehingga tuntutan 6 tahun penjara itu luar biasa berat”, ujarnya.

Sebetulnya, lanjut Humisar, perkara ini perkara pemufakatan jahat dalam konteks umum untuk menjebak seseorang. Hanya saja sarana yang digunakan itu adalah narkoba, jadi bukan perkara pidana narkoba murni.

“Dalam pandangan kami seperti itu. Jadi, memang sesuai dengan tuntutan jaksa tadi, dia (terdakwa) dikenakan Pasal 112 Junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Memang Pasal 112 itu, sambung Humisar, hampir semua perbuatan narkoba itu ada di sana. Baik memiliki, menyerahkan, maupun meminta, sehingga masuk unsur-unsurnya. Sementara di Pasal 132 itu mengenai pemufakatan jahat di dalam tindak pidana narkoba.

“Jadi terkait dengan tuntutan jaksa, ya memang itu kewenangan mereka. Nanti tinggal kami membuat pembelaan. Kalau-kalau saja bisa jadi putusan yang lebih rendah nantinya atau lebih meng-enakan bagi klien kami,” ungkapnya.

Namun, memang menjadi sulit ketika dakwaan dan tuntutan yang disampaikan itu ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara untuk Pasal 112.

“Jadi ya kita mau bilang apa? Yang pasti sangat stres juga mendengar tuntutan tadi luar biasa tinggi. Kami berharap ada empati dari hakim,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *