Terpidana Wilson Kembali Dilaporkan ke Polda Bengkulu Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

Syaiful Anwar, Pengacara M Sofyan yang melaporkan Wilson Cs. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, yang juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan Sosialisasi Pajak Fiktif Tahun 2016, M Sofyan, melalui pengacaranya Syaiful Anwar, melaporkan terpidana Wilson, atas dugaan pemalsuan dokumen ke Polda Bengkulu, Kamis (14/9/2017).

Selain Wilson, 4 orang lainnya yang juga ikut dilaporkan yakni, Hendri selaku Bendahara Pengeluaran DPPKA Kota Bengkulu, Periandi Kabid Akuntansi dan Perbendaharaan, Sahudil Kepala Inspektorat Kota Bengkulu dan Sekretaris DPPKA Kota Bengkulu.

Kata Syaiful Anwar, bahwa awal laporan ini berdasarkan penetapan tersangka M Sofyan selaku Kepala DPPKA Kota Bengkulu Tahun 2016 oleh penyidik Kejari Bengkulu dalam kegiatan Sosialisasi Pajak.

“Pada kegiatan tersebut, ternyata ada beberapa dokumen yang dianggap tidak benar atau palsu oleh M Sofyan. Itu baru diketahui saat M Sofyan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Frans Antoni yang menjabat sebagai PPTK dalam kegiatan Sosialisasi Pajak tersebut”, ujarnya usai membuat laporan di Polda Bengkulu.

Dalam dokumen yang diduga dipalsukan tersebut, lanjut Syaiful, antara lain ada SPP, SPM, SP2D dan Buku Kas Umum. Ternyata dokumen tersebut tidak cocok dengan dokumen yang dimiliki oleh M Sofyan.

Tidak cocoknya dokumen itu, lanjutnya, tertera di buku Kas Bendahara Pengeluaran Periode 1 Januari – 20 Juni 2016, ditanggal 3 Juni 2016 ada uraian tentang Kegiatan Penyusunan Triwulan II. Di sana ada pemasukan uang Rp 20 juta dan hal itu sudah disahkan dengan ditandatangani oleh M Sofyan selaku Kepala DPPKA Kota Bengkulu dan Yulian selaku Bendahara Pengeluaran.

Namun, saat pemeriksaan di Kejati ada yang berbeda dari buku kas yang menjadi alat bukti dan disita oleh penyidik. Yang mana ditanggal yang sama yakni 3 Juni 2016, di buku kas yang sama bukan kegiatan penyusunan triwulan melainkan uraiannya kegiatan Sosialisasi Pajak.

“Nominalnya juga berbeda, yakni Rp 400 juta lebih. Pemalsuan dokumen itu diduga dilakukan oleh Wilson dan kawan-kawan”, bebernya.

Masih menurut Syaiful, M Sofyan mengetahui saat diperiksa di penyidik itu juga berdasarkan dari Hendri, bahwa memang buku kas itu dibuat sekitar Januari 2017. Sedangkan di tahun itu, M Sofyan sudah tidak menjabat lagi Kepala DPPKA Kota Bengkulu. Salah satu alat bukti yang mendukung sehingga M Sofyan ini ditetapkan sebagai tersangka adalah dukumen tersebut dan juga audit kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPK.

“Kami tadi melapor ke Polda Bengkulu sejak pukul 14.30 WIB dengan tanda bukti lapor, Nomor Pol. : LP-B/800/IX/2017/ SIAGA SPKT,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *