Press "Enter" to skip to content

Warga Di Kawasan Wisata Air Putih Lebong dan Sekitarnya Dimohon Untuk Tidak Ganggu Harimau Sedang Sakit

Harimau di kawasan Hutan Wisata Air Putih Desa Tambang Saweak Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong – Provinsi Bengkulu yang sempat bikin geger warga setempat. (foto : screenshoot video/ net)

RedAksiBengkulu.co.id, LEBONG – Pasca penemuan seekor Harimau Sumatera (Sumatrae Tigris) di kawasan hutan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu, pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah III Bengkulu – Sumsel, tengah menyiapkan dan berkoordinasi dengan Tim Pelestari Harimau Sumatra (PHS) di wilayah Bengkulu untuk memantau hewan yang dilindungi tersebut.

Staf TNKS di Rejang Lebong – Bengkulu, Insan Rhamdani mengatakan, kucing besar itu dari dalam kawasan TNKS tepatnya dari Resort Lebong Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong.

“Kalau berdasarkan keterangan saksi yang menemukan dan hasil rekaman video amatirnya, kami meyakini Harimau tersebut dalam kondisi sakit. Maka dari itu kami koordinasi dengan tim untuk dilakukan pemantauan,” kata Insan kepada RedAksiBengkulu, Selasa (16/1/2018).

Dugaan sakitnya harimau itu karena postur tubuh Harimau terlihat kurus dan tidak terlihat buas ketika berhadapan dengan warga yang sedang masuk ke dalam hutan.

Kemudian pihaknya juga menduga bahwa Harimau itu merupakan Harimau yang sama pada tahun 2012 lalu yang pernah memasuki kawasan pemukiman warga di Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong.

“Identifikasi awal kami itu Harimau yang sama. Tapi memang postur tubuhnya menyusut atau tidak segemuk tahun 2012 dulu”, ujarnya.

 

Baca Juga : Konflik Tertinggi  Terhadap Harimau Sumatera, Provinsi Bengkulu Nomor 2 Di Sumatera

 

Pihaknya pun meminta kepada warga di Kecamatan Pinang Belapis bilamana Harimau masih berkeliaran untuk tidak panik ataupun memburu Harimau itu.

“Tim kami akan turun memantau langsung. Jadi, kami minta warga jangan panik ataupun mencoba memburu Harimau tersebut”, sampainya.

Lebih lanjut insan menjelaskan, untuk pergerakan wilayah teritorial Harimau Sumatera sendiri lebih banyak di Kabupaten Lebong dan Mukomuko. Sehingga konflik yang terjadi antara manusia dan Harimau tergolong besar di kedua wilayah tersebut.

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah populasi Harimau Sumatera sendiri untuk di wilayah TNKS di 4 provinsi, diprediksi hanya mencapai kisaran 160 ekor. Perburuan masih menjadi ancaman terbesar bagi hewan tersebut.

Sebelumnya diketahui, dua warga Desa Tambang Saweak Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong dikejutkan dengan penemuan Harimau di kawasan Hutan wisata Air Putih Kabupaten Lebong, pada Sabtu (13/1/2018) lalu. Warga bertemu dengan Harimau ketika mereka sedang melintasi kawasan hutan untuk memikat burung. Salah seorang warga setempat, Riki Prawira sempat merekam keberadaan Harimau tersebut dengan jaraknya 3 meter.

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *