Alhamdulillaah Warga Desa Padang Lebar Kepahiang Kini Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) PT PLN (Persero) Area Bengkulu, Hanfi Andrean Abidin. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Desa Padang Lebar Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu akhirnya bisa nikmati listrik desa dari pembangkit listrik. Sebelumnya masyarakat desa ini diterangi listrik hanya melalui tenaga genset dengan rata-rata pemakaian bahan bakar minyak 2 liter perhari. Listrik itu pun menyala mulai pukul 19.00 – 23.00 WIB setiap harinya.

Peresmian Listrik Desa (Lisdes) itu yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Kepahiang, ada tiga desa yang menjadi sasaran Lisdes. Yaitu Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi, Desa Benuang Galling Kecamatan Seberang Musi dan Desa Padang Lebar Kecamatan Bermani Ilir.

Hadir pada kegiatan itu yakni, Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) PT PLN (Persero) Area Bengkulu, Hanfi Andrean Abidin beserta rombongan. Diantaranya Plh Manajer PT PLN (Persero) Rayon Kepahiang Asep Suherman, Supervisor Administrasi PLN Rayon Kepahiang Lidya dan para Pelayanan dan Teknisi (Yantek) PLN Rayon Kepahiang.

Peresmian Program Desa Menyala itu ada 27 unit rumah atau pelanggan yang mendapat pemasangan listrik dengan daya 900 Volt Ampere (VA).

Warga Desa Padang Lebar Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : ist)

Dalam sambutannya, Hanfi Andrean meminta masyarakat untuk mendukung terus kinerja PLN untuk menerangi seluruh pelosok wilayah dan tidak mengotak-atik listrik.

“Kami harap dukungan warga seluruhnya untuk menerangi seluruh wilayah hingga pelosok. Dan diharapkan juga jangan mengotak-atik listrik”, ujarnya.

Warga Desa Padang Lebar Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : ist)

Sementara itu salah seorang warga desa, Andi, mengatakan, ia sangat berterima kasih dengan adanya program Lisdes tersebut. Mengingat selama ini mereka dalam menikmati listrik cukup membutuhkan biaya yang besar.

Betapa tidak, jika semalam, itu pun hanya sekitar 4 jam lamanya, mereka membutuhkan sedikitnya 2 liter BBM. Jika harga BBM sekitar Rp 20.000 (perkiraan harga eceran tertinggi), itu artinya warga dalam sebulan membutuhkan  anggaran sekitar 600.000 untuk BBM listrik.

“Alhamdulillaah sekarang kami bisa nikmati listrik 24 jam. Dengan adanya listrik, kami bisa lebih hemat. Mungkin ke depannya kami bisa juga membeli perabot rumah tangga lainnya seperti kulkas, mesin cucui dan lainnya” aku Andi.

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *