Langsung ke isi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disklaimer
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Kontak

Redaksi Bengkulu

  • Pemerintah
  • Terkini

Belajar Dari Tukang Bakso

Beranda Artikel Cerita InspiratifBelajar Dari Tukang Bakso
  • Artikel

Cerita Inspiratif
Belajar Dari Tukang Bakso

Mei 24, 2018

0
75

Facebook

Twitter

WhatsApp

LINE

    Ilustrasi Foto : Net


    Jelang petang dan sepulang kantor, Dzuriyyah, menyempatkan diri mengurus tanaman di pekarangan depan rumah sembari memperhatikan anak asuhnya yang sedang belajar. Rinai hujan pun mengiringi petang kala itu.

    Dengan tangan berlumuran tanah, sesekali Iyah, sapaan akrabnya, menepis lembaran helai rambutnya yang jatuh ke depan wajahnya. Pun menyeka butiran keringat di dahinya.

    Dari kejauhan terdengar denting suara sendok yang didentingkan ke mangkok. Pertanda tukang bakso yang biasa lewat di depan rumahnya akan melintas.

    “Anak-anak, siapa yang mau bakso ?”, tanya Iyah kepada anak-anak asuhnya yang umurnya antara 5 – 8 tahun. Ketiga anak asuhnya pun menjawab dan menoleh serentak ke arah Iyah. “Mau, bu…”, jawab ketiga anak asuhnya yang usianya berselisih antara 1-2 tahun.

    “Pak, baksonya 4 (mangkok), ya! Yang 3 (mangkok) mienya jangan banyak-banyak”, kata Iyah kepada tukang bakso, sembari menyuruh peralatan belajar anak-anaknya segera dirapikan.

    Tanpa kata dan hanya dengan senyum dan menganggukkan kepalanya, tukang bakso itu segera menyiapkan 4 mangkok bakso. Tak lebih 5 menit, bakso pun siap dan diantarkan ke pelanggannya.

    10 menit lebih berlalu,….

    “Berapa semuanya pak?”, tanya Iyah kepada, Kasdi, si tukang bakso yang selalu berpeci putih berkemeja lengan panjang sedikit lusuh dengan celana panjang semata kaki.

    “Rp 40.000 semuanya, bu”, jawab pria yang usianya berkisar 60 an tahun itu.

    “Ini pak (menyerahkan uang). Tapi maaf uangnya rame ini pak. (maksudnya, pecahan nominal uangnya berbeda-beda, ada Rp 1.000, 2.000, 5.000 dan 10.000). “Terima kasih ya, pak !” sambung Iyah.

    “Iya bu, gak apa-apa. Sama-sama (terima kasih)”, jawab Kasdi dengan logat Jawa Ngapak-nya yang masih kentara.

    Baca Juga : Sepatu Terakhir

    Iyah pun kembali masuk dan menyapa anak-anak asuhnya untuk segera menyimpan peralatan belajarnya untuk disimpan ke (dalam) rumah. Petang yang semakin jelang, Iyah juga bergegas membereskan peralatan berkebunnya.

    Sedangkan Kasdi, si tukang bakso itu tak langsung beranjak dan masih tegak di balik gerobak. Dari kejauhan di balik pohon Mangga yang tumbuh di pekarangan depan rumahnya itu, Iyah mengintip apa yang dilakukan Kasdi.

    Iyah bergumam dalam hati ketika melihat Kasdi sedang memasukkan uang yang dari dia dimasukkan ke dalam 3 kaleng bekas susu berukuran sedang. “Kok uang itu dipisah-pisahkan ya?” gumam Iyah.

    Penasaran, Iyah mendekati si tukang bakso dengan alasan untuk menutup pagar sembari menegur si tukang bakso. “Eh bapak masih di sini. Saya lihat dari jauh, kok bapak memisahkan uang dari (pembayaran) saya? Ada yang salah dengan uang saya, pak ?”, tanya Iyah sedikit agak terbata-bata agar Kasdi tidak tersinggung.

    “Oh tidak, bu ! Saya seneng sekali dapat uang receh dari ibu tadi. Justru bisa langsung saya pisahkan”, jawab Kasdi dengan menambahkan senyuman ikhlasnya.

    Iyah yang penasaran semakin tidak paham maksud dari si tukang bakso itu. “Oh gitu, pak”, sambung Iyah. “Tapi pak, kalo boleh tau, kenapa bapak pisahkan uang-uang itu? Apa (uang) itu langsung untuk cost belanja. Maksud saya, untuk beli daging, mie, bumbu, sudah langsung dipisahkan, gitu?”

    “Gak, bu. Ini yang buat belanja lagi”, jawab Kasdi sembari menunjukkan kaleng ke hadapa Iyah.

    “Lantas, yang dua kaleng itu?”, sembar Iyah.

    Kasdi pun langsung menjelaskan dengan santai kepada pelanggan yang hampi setiap 2 pekan sekali, selalu membeli baksonya itu.

    “(uang) di kaleng kedua ini saya menyisihkan sedikit dari setiap penjualan 1 mangkok bakso untuk saya berinfaq/sedeqah. Karena Alhamdulillaah, setiap setahun sekali saya berusaha supaya bisa berqurban di Hari Raya Idul Adha.

    Ternyata, si tukang bakso ini sejak 19 tahun lalu ia mulai berjualan bakso, setiap tahunnya ia tak pernah absen berqurban seekor kambing. Qurban kambing itu ia bagikan ke masjid dan warga dekat tempat tinggalnya.

    “Nah, yang kaleng satu lagi ini (kaleng ketiga), ini tabungan saya bu. Sama seperti isi di kaleng kedua, saya menyisihkan sedikit demi sedikit. Tapi yang ini bukan untuk qurban, tapi untuk cita-cita saya Insyaallaah atas izin Allaah, saya mau menunaikan haji. Tapi gak tau tahun berapa berangkatnya”, sambung Kasdi sembari meletakkan kembali ketiga kaleng-kaleng itu ke posisi semula di gerobaknya.

    Mendengar penjelasan dari si tukang bakso, Iyah lega dan haru. Iyah bahkan tak hanya haru. Iyah terlihat seperti ‘terhipnotis’ oleh Kasdi.

    “Saya permisi dulu, bu”, tutup Kasdi sembari mendorong gerobak dan mendentingkan kembali mangkoknya dengan sendok berkali-kali… ting…ting…ting…

    Iyah yang terpaku sedikit gugup menjawab, “I..i..iya, pak”.

    ==========================================================

    Cerita di atas mengajarkan kita bahwa belajar memperbaiki hidup bisa dari siapapun, dengan apapun. Keimanan dan ketaqwaan seseorang tidak ditentukan dari penampilan hidup.

    Jawaban si tukang bakso telah membuktikan bahwa tidak ada usaha (halal) yang sia-sia, selagi nawaitu dan perilaku selalu berada di jalan Allaah Subhana Wa Ta’ala.

    Sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman ;

    فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِين

    Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya). (QS : Ali ‘Imraan : 159)

    Dan Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda ;

    الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

    Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah, serta janganlah (bersikap) lemah….

    Allah Ta’ala berfirman juga berfirman ;

    Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakal saja yang dapat menerima pelajaran. [Az – Zumar : 9]

    Allaah Ta’ala juga berfirman yang artinya,

    Allaah telah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dari kalian beberapa derajat. Dan Allaah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al – Mujaadalah : 11]

     

     

    [Cerita ini disadur dari : KisahInspiratif.com yang dipublis kembali versi redaksibengkulu.co.id]

    Comments

    comments


    • LABEL
    • Cerita Inspiratif
    • Tukang Bakso

    Facebook

    Twitter

    WhatsApp

    LINE

      Berita sebelumyaSepatu Terakhir
      Berita berikutnyaTentang Sebuah Lilin
      RedAksiBengkulu.co.id

      BERITA TERKAITDARI PENULIS

      Artikel

      Tempayan Retak

      Artikel

      Kisah Jendela Kereta

      Artikel

      Tentang Sebuah Lilin

      LEAVE A REPLY Batal balasan

      Please enter your comment!

      Please enter your name here

      You have entered an incorrect email address!
      Please enter your email address here


      This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


      Berita Terbaru

      • Sosialisasi PKT dan Penetapan Titik Nol di Desa Pulo Geto
        Juli 14, 2018
      • Selain Lie Eng Jun, Berikut Para Terdakwa Lain Yang Dituntut JPU
        Juli 12, 2018
      • Kuasa Direktur PT GASK Dituntut 12 Tahun dan Bayar UP Rp 6 Miliar
        Juli 12, 2018
      • Sempat ‘Dingin’ Hampir 1 Tahun, Kades Di Bengkulu Utara Ini Akhirnya Resmi Ditahan
        Juli 10, 2018
      • Selamat Ulang Tahun Para Perempuan Pejuang Penyelamat Situs Warisan Dunia
        Juli 10, 2018
      • Sudah Tahu Air Terjun ‘Hello Kitty’ ? Yang Belum Tahu Ayo Ke Sini ….
        Juli 7, 2018
      • Bukit Makmur, Salah Satu Spot Wisata Alam Baru di Rejang Lebong. Penasaran ?
        Juli 6, 2018
      • Jalan Lintas Provinsi dan Lintas Desa Sumber Bening Banyak Berlubang
        Juli 5, 2018
      • Di Kecamatan Ini Setiap Desa Akan Ada Kader Jurnalisnya
        Juli 5, 2018

      Berita Terpopuler

      • Ada 5 Desa di Kepahiang Berstatus Desa Sangat Tertinggal. Desa Andakah Salah Satunya ?
        861 views | posted on Desember 20, 2017
      • Ditilang, Perhatikan Kode BRIVA dan Mintalah Bukti Lembar Warna Biru. Jika Tidak Akan Seperti Ini…
        564 views | posted on Juni 5, 2017
      • Selain Lie Eng Jun, Berikut Para Terdakwa Lain Yang Dituntut JPU
        152 views | posted on Juli 12, 2018
      • Selamat Ulang Tahun Para Perempuan Pejuang Penyelamat Situs Warisan Dunia
        98 views | posted on Juli 10, 2018
      • Kuasa Direktur PT GASK Dituntut 12 Tahun dan Bayar UP Rp 6 Miliar
        98 views | posted on Juli 12, 2018
      • PR Newswire Asia
        86 views | posted on Juli 10, 2018
      • Bukit Makmur, Salah Satu Spot Wisata Alam Baru di Rejang Lebong. Penasaran ?
        79 views | posted on Juli 6, 2018
      • Sempat ‘Dingin’ Hampir 1 Tahun, Kades Di Bengkulu Utara Ini Akhirnya Resmi Ditahan
        70 views | posted on Juli 10, 2018
      • PERHATIAN !! Ini Aturan Baru Jika Ingin Mendaki TWA Bukit Kaba di Rejang Lebong – Bengkulu
        63 views | posted on Januari 5, 2018
      • Sudah Tahu Air Terjun ‘Hello Kitty’ ? Yang Belum Tahu Ayo Ke Sini ….
        56 views | posted on Juli 7, 2018



      Tentang Kami   Kontak  Privacy   Pedoman Media   Redaksi   Disklaimer

      Network

      Banten Bandung Jakarta Medan Palembang Kalimatan
      Lombok Tangerang Bekasi Surabaya NTB
      ×

      Latest Post

      Pemerintah

      TERBONGKAR! Purbaya Lidik Keterlibatan Anak Buah di Kasus Pajak Baja Rp 4 T!

      15-01-2026 - 08.25

      TERBONGKAR! Purbaya Lidik Keterlibatan Anak Buah di Kasus Pajak Baja Rp 4 T!
      Dari Langit ke Laut: Eks Bos Garuda Jadi Nakhoda Baru HUMI!

      Pemerintah

      Dari Langit ke Laut: Eks Bos Garuda Jadi Nakhoda Baru HUMI!

      15-01-2026 - 02.25

      Detroit Heboh! Trump Klaim Tarif Sulap Investasi Otomotif!

      Pemerintah

      Detroit Heboh! Trump Klaim Tarif Sulap Investasi Otomotif!

      14-01-2026 - 23.25

      TERKUAK! Defisit APBN RI Nyaris 3% Tak Perlu Panik?

      Pemerintah

      TERKUAK! Defisit APBN RI Nyaris 3% Tak Perlu Panik?

      14-01-2026 - 20.25

      Jembatan Impian Dukuh Atas: MRT-LRT-KRL Tersambung!

      Pemerintah

      Jembatan Impian Dukuh Atas: MRT-LRT-KRL Tersambung!

      14-01-2026 - 14.25