Mahasiswa dan Aktivis Pecinta Alam Bengkulu Gelar Aksi #SaveKarst, #SaveTerumbuKarang
Laporan : Tata Riri
RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Puluhan mahasiswa pecinta alam dan lingkungan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Bengkulu mengkampanyekan penyelamatan kawasan Karst dan Terumbu Karang di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Kamis (30/3/2017).
Puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan itu memulai aksi dengan longmarch dari Masjid Jamik hingga Simpang Lima Ratu Samban dengan membawa spanduk yang bertuliskan #SaveKarst #SaveTerumbuKarang. Aksi ini ternyata digelar serentak di seluruh Indonesia.
Koordinator aksi, Roymondo Miko mengatakan, tujuan dari aksi ini untuk mengkampanyekan pelestarian dan perlindungan Karst dan Terumbu Karang kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Bengkulu.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap Karst dan Terumbu Karang yang ada di Indonesia. Serta ingin memberitahukan kepada masyarakat, bahwa kita harus menjaga kelestarian Terumbu Karang yang ada”, kata Roy.
Roy menambahkan, pelestarian lingkungan bukan hanya pada Terumbu Karang dan Karst, melainkan segala unsur lingkungan hidup yang menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup alam dan manusia, perlu diperjuangkan. Seperti pada tahun 2009, sempat diwacanakan akan ada pembangunan pabrik semen di Bengkulu yang menimbulkan reaksi dari penggiat lingkungan untuk menolaknya sehingga rencana pembangunan tersebut urung dilaksanakan.
Selain itu, sambungnya, pencegahan terhadap perusakan Karst dan Terumbu Karang harus dimulai sejak dini dengan melibatkan seluruh pihak. Ini supaya tidak terjadi musibah atau bencana alam di kemudian hari.
Roy juga menyinggung soal permasalahan yang dialami petani di Desa Kendeng Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah, yang memperjuangkan hak hidup mereka. Yang mana diketahui bahwa saat ini para Petani Kendeng masih terus berjuang di Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya untuk mendapatkan lahannya kembali.
“Saat ini sedang mengupayakan advokasi kepada PT Semen Indonesia. Apabila lahan masyarakat direbut oleh korporasi, maka sama saja merenggut kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.
Menurut wikipedia, Karst adalah sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping.
Di kawasan Karst banyak dijumpai gua dan sungai bawah tanah yang juga menjadi pemasok ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di dalamnya ketersediaan air tawar (dan bersih) bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian maupun untuk pertanian dan perkebunan.
Sedangkan Terumbu Karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu Karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.
Manfaat Terumbu Karang secara langsung adalah sebagai habibat ikan, seperti Ikan Kerapu, Baronang, Ekor Kuning serta sebagai habibat batu karang. Lalu manfaatnya sebagai pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya. Dan manfaat lainnya, sebagai tempat penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan pemanfaatan Terumbung Karang tidak langsung adalah, sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.
- Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu Diwarnai Aksi Boikot
- Versi Kades Karang Suci Sudah Diperiksa, Versi Inspektorat Bengkulu Utara Belum
Anda Juga Mungkin Suka




