Sebagai salah satu bentuk hak asasi manusia, kebebasan pers di Indonesia dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

Kebebasan ini bukanlah kebebasan mutlak, melainkan kebebasan dengan tanggung jawab sosial.

Tanggung jawab sosial berarti bahwa semua karya pers harus menghormati hak asasi manusia semua dan bertanggung jawab kepada publik.

Untuk memenuhi tanggung jawab sosial tersebut, maka dibuatlah kode etik jurnalistik bagi jurnalis.

Jurnalis dan pers adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Wartawan adalah profesi yang melakukan kegiatan jurnalistik, sedangkan pers adalah lembaga yang melakukan kegiatan jurnalistik. Kegiatan pers juga termasuk kegiatan wartawan.

Baca juga: Kebebasan Pers di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Kode etik biasanya digunakan sebagai pedoman operasional untuk suatu profesi.

Karena jurnalis adalah sebuah profesi, maka disusunlah kode etik jurnalistik sebagai pedoman operasional.

Kode etik jurnalistik berfungsi sebagai landasan moral dan etika agar seorang jurnalis selalu bertindak secara bertanggung jawab secara sosial.

Septiawan Santana, dalam bukunya Jurnalisme Kontemporer (2017), mendefinisikan kode etik jurnalistik sebagai seperangkat prinsip moral yang mencerminkan aturan yang harus dipatuhi oleh semua jurnalis.

Kode etik jurnalistik memuat segala sesuatu yang menjadi pertimbangan, perhatian atau justifikasi moral bagi profesi jurnalistik. Selain itu, konten etis juga mengatur hak dan kewajiban karya jurnalistik.

Dasar dari kode etik jurnalistik berkaitan dengan kepentingan publik.

Karena kebebasan pers yang ideal adalah kebebasan yang tidak melanggar kepentingan umum dan tidak melanggar hak asasi warga negara.

Baca juga: Peran Pers dalam Negara Demokrasi

Selain itu, dewan pers berhak mengadili pelanggaran kode etik jurnalistik. Sedangkan pihak yang memberikan sanksi pelanggaran kode etik jurnalistik adalah asosiasi profesi dan/atau perusahaan pers jurnalis yang bersangkutan.
Isi kode etik jurnalistik

Dilansir dari situs resmi Dewan Pers Indonesia menjelaskan isi Kode Etik Jurnalistik, yaitu:

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

Pasal 1 Wartawan Indonesia bersifat independen, menghasilkan berita yang akurat dan berimbang, serta tidak bermaksud buruk.
Pasal 2 Wartawan Indonesia menggunakan cara-cara profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.
Pasal 3 Wartawan Indonesia selalu memeriksa informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampuradukkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Pasal 4 Wartawan Indonesia dilarang membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Pasal 5 Wartawan Indonesia tidak menyebutkan atau menyampaikan identitas korban tindak pidana asusila dan tidak menyebutkan identitas anak yang melakukan tindak pidana.
Pasal 6: Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesinya dan tidak menerima suap.
Pasal 7: Wartawan Indonesia berhak menolak untuk melindungi sumber yang tidak diketahui identitas atau keberadaannya, dengan tunduk pada ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan kerahasiaan dalam perjanjian.
Pasal 8 Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan pesan berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap siapa pun berdasarkan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan yang lemah, miskin, sakit, cacat mental, atau cacat fisik.
Pasal 9 Wartawan Indonesia menghormati hak nara sumber dalam hubungannya dengan kehidupan pribadinya, di luar kepentingan umum.
Pasal 10 Wartawan Indonesia segera mencabut, membetulkan dan mengoreksi berita bohong dan tidak benar disertai permintaan maaf kepada pembaca, pendengar atau pemirsa.
Pasal 11 Wartawan Indonesia menggunakan hak jawab dan pembetulan secara proporsional.