September 28, 2022

Android boleh menjadi rajanya sistem operasi mobile saat ini, namun status tersebut tampaknya akan mulai terusik tidak lama lagi. Ya, selain Windows Phone dan iOS, beberapa sistem operasi terbaru mulai bermunculan seperti Tizen OS dan Firefox OS. Nama terakhir digadang sebagai kandidat utama dalam meruntuhkan singgasana Android saat ini.

Apa itu Firefox OS?

Firefox OS adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh organisasi non-profit Mozilla Foundation. Organisasi tersebut selama ini dikenal sebagai pengembang dari browser Firefox dan juga aplikasi Thunderbird. Sistem operasi ini sendiri dibuat berdasarkan teknologi yang cukup populer saat ini seperti HTML5 dan Javascript.

Jika menilik ke belakang, terdapat beberapa sistem operasi yang mengandalkan basis seperti Firefox OS yakni WebOS dan ChromeOS. WebOS banyak menginspirasi tampilan OS mobile yang populer saat ini, meskipun WebOS sendiri sudah dihentikan proyeknya.

Sedangkan ChromeOS banyak digunakan pada laptop murah Chromebook dan akan segera merambah dunia tablet dengan tampilan seperti Android. Kehadiran ChromeOS ke ranah tablet tentu akan kembali menyajikan kembali perang klasik antara Mozilla dan Google.

User Interface

Secara sekilas Firefox OS tampak seperti perpaduan antara Android dan iOS. Sistem operasi ini menggunakan launcher Everything.me di homescreen-nya. Everything.me sendiri sebelumnya merupakan launcher yang dibuat untuk perangkat Android sebelum kemudian dibuat juga untuk Firefox OS.

Launcher ini menampilkan beberapa halaman berisi shortcut dan sebuah dock di bawahnya seperti layaknya iOS. Namun launcher ini memiliki fitur bernama Smart Collections yang akan menggabungkan berbagai macam aplikasi sejenis dalam sebuah folder.

Karena aplikasi pada Firefox OS dibuat dengan basis HTML5 dan Javascript, maka para developer tidak perlu membuat aplikasi khusus untuk sistem operasi ini. Mereka hanya perlu memodifikasi situs mobile mereka agar benar-benar pas untuk tampilan Firefox OS.

Lockscreen pada Firefox OS dapat diisi dengan wallpaper khusus. Pada bagian bawahnya terdapat slider yang dapat membuka smartphone atau kamera secara langsung. Pada lockscreen tersebut juga terdapat jam, tanggal, dan notifikasi terbaru. Sayangnya lockscreen ini belum mendukung widget.

Gaya notification bar yang dimiliki oleh Firefox OS tidak jauh berbeda dengan Android. Menariknya pada bagian bawah area notifikasi tersebut terdapat shortcut Settings dan 4 buah quick toggle yakni Wi-Fi, Background Data, Bluetooth, dan Airplane mode.

Performa

Untuk menentukan performa dari sebuah sistem operasi kita harus mengacu kepada dua hal, hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak). Sayangnya saat ini belum banyak smartphone Firefox OS yang beredar sehingga masih agak sulit untuk menilai performa yang sebenarnya.

Salah satu smartphone yang saat ini sudah menggunakan Firefox OS adalah ZTE Open C. Perangkat tersebut dibekali dengan chipset Qualcomm MSM8210 Snapdragon 200 dengan prosesor dual core Cortex-A7 1.2GHz, GPU Adreno 302, dan RAM sebesar 512 MB.

Chipset tersebut sama seperti yang digunakan oleh Sony Xperia E1 dan Nokia X2. Dalam pengujian JavaScript Benchmark yang dilakukan GSM Arena, ZTE Open C berada sedikit di bawah Motorola Moto E namun unggul cukup jauh dari Nokia Lumia 630.

Untuk urusan kecepatannya, Mozilla setahun yang lalu pernah memperlihatkan hasil test yang memperlihatkan bahwa asm.js milik Firefox OS jauh lebih cepat dibanding Dalvik milik Android. Namun berhubung Android akan segera beralih ke runtime ART, belum dikethaui apakah asm.js masih lebih cepat atau tidak.

Kamera dan Galeri

Aplikasi kamera pada Firefox OS terbilang cukup standar. Aplikasi tersebut memisahkan mode foto dan video serta dapat menyimpan informasi geo-tagging. Jika perangkat kerasnya sudah mendukung, maka kamera tersebut juga dapat melakukan continuous autofocus.

Satu fitur menarik dari aplikasi kamera ini adalah terdapatnya berbagai foto yang pernah Anda ambil di sebelah kiri layar. Jika Anda mengklik foto tersebut, maka apliaksi galeri akan langsung terbuka. Tidak ada shortcut khusus di aplikasi kamera ini untuk menuju galeri.

Aplikasi galeri yang terdapat di Firefox OS juga terbilang standar dengan menampilkan thumbnail foto yang diurutkan berdasarkan waktu pemotretan. Fitur editing fotonya juga belum sempurna di mana Anda hanya bisa mengatur kecerahan foto, memotong, dan memberikan efek warna saja.

Aplikasi Multimedia

Sama seperti kamera dan galeri, aplikasi multimedia di Firefox OS juga masih terbilang standar. Aplikasi pemutar musik menyusun daftar lagu berdasarkan artis atau album. Aplikasi ini belum menyediakan equalizer dan juga belum mendukung DLNA.

Tidak ada yang istimewa dari aplikasi Radio FM yang ditawarkannya. Anda dapat memasukan stasiun radio favorit ke dalam daftar yang terdapat di bagian bawah. Fitur RDS juga tidak terdapat pada aplikasi radio ini, namun hal tersebut tampaknya tergantung dari perangkat keras yang dimilikinya.

Konektivitas

Karena menyasar pasar entry-level, maka sudah dipastikan jika Firefox OS mendukung konektivitas dual-SIM dan dual-standby. Namun hingga saat ini belum ada satupun perangkat Firefox OS yang menyediakan fitur SIM ganda tersebut.

Fitur Wi-Fi pada sistem operasi ini mencakup Wi-Fi Direct untuk keperluan transfer data dan Wi-Fi hotspot untuk membagi koneksi internet ke perangkat lain. Anda juga dapat membagikan koneksi internet tersebut ke PC melalui port USB. Firefox OS juga sudah mendukung Bluetooth 4.0 dan NFC.

Untuk urusan transfer data Anda juga bisa melakukannya melalui post USB. Tidak seperti Android yang menggunakan mode MTP, perangkat Firefox OS akan langsung masuk ke mode mass storage ketika terhubung ke perangkat komputer. Hal ini tentu akan membuat proses transfer menjadi lebih cepat.

Aplikasi Lainnya

Selain aplikasi di atas, Firefox OS juga sudah menyediakan berbagai macam aplikasi standar seperti kalender, note, phonebook, dialer, messaging, jam, timer, dan stopwatch. Aplikasi jam pada sistem operasi ini memiliki tampilan analaog dan digital. Anda juga tentunya dapat mengatur alarm melalui aplikasi tersebut.

Browser Firefox juga sudah tersedia secara default namun masih belum mendukung plugin seperti versi Android-nya. Firefox OS juga sudah menyematkan fitur Power Save Mode yang akan secara otomatis mematikan koneksi internet, Bluetooth, dan Geo location ketika baterai mencapai level 25%, 15%, atau 5%.

Untuk aplikasi peta, Firefox OS menggunakan HERE Maps buatan Nokia sebagai aplikasi default. Aplikasi ini menyediakan tampilan berupa peta dan satelit. Untuk kota-kota tertentu sudah tersedia juga fitur public transport dan live traffic views.

Firefox Marketplace

App store yang kaya akan aplikasi merupakan syarat utama sebuah OS smartphone untuk menarik pengguna. Firefox Marketplace merupakan app store yang menampung semua aplikasi untuk Firefox OS. Menariknya Anda tidak memerlukan akun untuk dapat mengakses Firefox Marketplace ini.

Meskipun saat ini jumlah aplikasinya masih sedikit, namunbeberapa aplikasi papan atas sudah mulai bermunculan. Sebut saja aplikasi Twitter, Line, Box, Airbnb, Souncloud, serta game semacam Candy Crush dan Cut the Rope.

Salah satu fitur menarik pada Firefox Marketplace adalah fitur Do Not Track. Fitur ini akan meminta aplikasi dan juga platform iklan yang dimilikinya untuk tidak melacak aktivitas yang Anda lakukan. Namun tampaknya akan banyak pengembang aplikasi yang kurang setuju dengan adanya fitur ini.

Smartphone Firefox OS

Hingga saat ini baru ada 3 vendor yang sudah merilis smartphone Firefox OS ke publik. Yang pertama adalah Alcatel dengan seri Fire S, Fire E, One Touch Fire, Fire C, dan Fire 7. Selanjutnya adalah ZTE dengan seri Open, Open II, dan Open C. Satu lagi produsen yang meluncurkannya adalah LG melalui seri LG Fireweb.

Dari semua seri tersebut saat ini sudah lebih dari satu juta unit smartphone yang terjual. Mozilla sendiri menargetkan pada tahun 2014 ini untuk menjual hingga 10 juta unit. Untuk merealisasikan target tersebut, emerging market semacam India dan Indonesia tentu harus digarap dengan baik.

Beberapa waktu yang lalu Sony juga merilis Firefox OS untuk perangkat Xperia E sehingga dapat digunakan bagi yang ingin sekedar mencoba pengalaman sistem operasi ini. Bagi Anda yang ingin mencoba sistem operasi ini di PC, Anda dapat mengunduh simulator Firefox OS di sini.

Akhir Kata

Jika melihat dari perjalanannya hingga saat ini, Firefox OS sudah berada di jalan yang benar. Meskipun baru diluncurkan pada bulan Februari 2013, namun sistem operasi ini sudah sukses menarik beberapa vendor untuk mengadopsinya. Berbagai pengembang aplikasi juga mulai melirik sistem operasi besutan Mozilla ini.

Apabila melihat sistem operasi mobile baru bersifat open source serupa yang ada saat ini, Firefox OS merupakan yang paling unggul. Bandingkan dengan Tizen OS yang masih menunggu dukungan Samsung atau bahkan Ubuntu OS yang entah bagimana nasibnya saat ini.

Dengan fitur dan performa yang dimilikinya, Firefox OS tampaknya dapat mulai menyasar pasar milik Nokia Asha yang mulai kehilangan pengguna. Nasib Nokia Asha sendiri sekarang sudah berada di ujung tanduk semenjak Nokia diambil alih oleh Microsoft.

Jika Firefox OS berhasil memperbaiki berbagai kekurangan yang dimilikinya saat ini, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi penguasa smartphone murah di bawah 1 juta di masa mendatang. Smartphone murah dengan aplikasi melimpah merupakan komoditas sempurna bagi pasar potensial seperti Indonesia.

Lihat Disini:

https://sennakasir.co.id/
https://sipinterdindikcilegon.id/
https://www.temanprima.co.id/
https://www.mitra-dana.id/