Redaksibengkulu.co.id – Di tengah gema peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ancaman kelaparan besar yang membayangi dunia, Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia yang kokoh dalam ketahanan pangan. Berbicara di hadapan pengusaha muda, Prabowo menyatakan rasa syukurnya atas status swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia, sebuah kondisi yang kontras dengan kepanikan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berinteraksi dengan para pengusaha muda dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Lampung, Rabu (10/6). Ia menyoroti situasi global yang penuh ketidakpastian. "Banyak negara dalam keadaan panik, mereka sulit mencari makan. PBB juga sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran," ujar Prabowo, mengutip peringatan serius dari organisasi dunia tersebut. Namun, ia menambahkan dengan nada optimis, "Kita alhamdulillah kuat. Ini tak bisa kita tutup mata."

Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan fondasi eksistensi sebuah bangsa. "Kita sekarang sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan tidak penting, tanpa pangan tidak ada republik manapun di dunia ini, tidak ada negara tanpa pangan," tegasnya, menggarisbawahi urgensi pengelolaan sektor pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Also Read
Tak berhenti pada sektor pangan, Prabowo juga mengungkapkan ambisi Indonesia untuk mencapai swasembada energi. Menurutnya, upaya keras sedang dilakukan untuk mewujudkan kemandirian energi dalam waktu dekat. "Saudara-saudara, kita juga menuju swasembada energi. Kita bekerja keras. Perhitungan kita 3 tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," pungkas Prabowo, memberikan gambaran visi jangka menengah untuk kedaulatan energi nasional.




