Terbongkar! Mentan Ungkap Stok Beras Fantastis, Pedagang Nakal Siap-siap!

Author Image

Hadi Wibawa

14 Juni 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, dengan tegas menepis segala isu mengenai kelangkaan beras di dalam negeri. Amran memastikan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog saat ini berada pada level yang sangat aman, mencapai 5,3 juta ton. Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pedagang untuk tidak berani memainkan harga di pasaran.

Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (14/6), Amran menjelaskan bahwa kondisi gudang penyimpanan beras di seluruh Indonesia kini penuh. "Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini," ujarnya. Ia merinci, dari total stok 5,3 juta ton tersebut, kapasitas gudang Bulog yang mampu menampung 3 juta ton telah ditambah dengan penyewaan gudang sebesar 2,3 juta ton. Angka ini, menurut Amran, merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dalam hal ketersediaan cadangan beras.

Terbongkar! Mentan Ungkap Stok Beras Fantastis, Pedagang Nakal Siap-siap!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pemerintah, melalui kolaborasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, terus mengintensifkan pemantauan di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap berjalan normal. Dalam kesempatan tersebut, Amran secara khusus mewanti-wanti para pengusaha dan pedagang beras di seluruh Indonesia.

"Tolong sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga," tegas Amran. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Satgas Pangan dan seluruh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) se-Indonesia untuk memantau secara ketat dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik nakal atau manipulasi harga.

Lebih lanjut, Amran juga mendorong Perum Bulog untuk meningkatkan penyaluran beras premium. Ia menekankan pentingnya Bulog tidak hanya fokus pada beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berjenis medium. "Justru itu Bulog harus buat beras premium lebih banyak," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas per 12 Juni, stok beras komersial yang dimiliki Bulog tercatat sebesar 11,4 ribu ton. Sementara itu, realisasi pengadaan setara beras untuk stok komersial terus bergerak, kini telah mencapai 45,5 ribu ton dari target total pengadaan 3,1 juta ton. Komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar tetap menjadi prioritas utama demi kesejahteraan masyarakat.

Related Post