Kapal LNG Akhirnya Bebas! Selat Hormuz Terbuka?

Author Image

Hadi Wibawa

15 Juni 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Setelah lebih dari tiga bulan terperangkap di perairan Teluk Persia, sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) dilaporkan telah mulai bergerak menuju Selat Hormuz. Pergerakan signifikan ini terjadi menyusul adanya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Kapal bernama Disha, yang beroperasi di bawah kontrak jangka panjang dengan importir milik pemerintah India, kini terpantau berada di utara Uni Emirat Arab, mendekati perairan Oman, berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun redaksibengkulu.co.id.

Menurut laporan yang diterima redaksibengkulu.co.id pada Senin (15/6/2026), kapal Disha telah mengangkut muatan LNG dari fasilitas Ras Laffan di Qatar sejak sekitar 1 Maret lalu. Namun, sejak tanggal tersebut, kapal raksasa ini tidak dapat melanjutkan perjalanannya keluar dari Teluk Persia, terjebak akibat penutupan jalur pelayaran yang krusial.

Kapal LNG Akhirnya Bebas! Selat Hormuz Terbuka?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selat Hormuz sendiri, yang dikenal sebagai urat nadi perdagangan minyak dan gas global, telah ditutup secara efektif sejak akhir Februari, menyusul dimulainya serangan yang melibatkan pasukan AS dan Israel. Penutupan ini telah menciptakan ketegangan geopolitik dan gangguan signifikan pada rantai pasokan energi dunia.

Meskipun demikian, optimisme ini masih dibayangi kehati-hatian. Pergerakan kapal-kapal lain di sekitar Selat Hormuz masih terpantau terbatas pada awal perdagangan 15 Juni. Para pemilik kapal dan pedagang global masih menahan diri, menunggu rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan yang diumumkan oleh AS dan telah dikonfirmasi oleh Iran. Secara teori, kesepakatan ini memang berpotensi mengakhiri blokade dan membuka kembali jalur vital tersebut, namun implementasinya diperkirakan tidak akan mulus. Iran, dengan posisinya yang strategis, masih memegang kendali signifikan atas akses ke selat tersebut, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kesepakatan ini akan benar-benar diterapkan di lapangan.

Kabar mengenai potensi dibukanya kembali Selat Hormuz ini sontak memicu reaksi di pasar energi global. Harga gas alam di Eropa dilaporkan sempat anjlok hingga 5,8% pada perdagangan awal Asia, Senin. Para analis memprediksi bahwa normalisasi lalu lintas LNG melalui selat ini dapat secara signifikan meredakan gangguan pasokan yang selama ini menjadi pemicu tingginya harga gas di Eropa dan Asia sejak Maret lalu. Tidak hanya gas, harga minyak dunia juga menunjukkan pelemahan, dengan minyak mentah Brent tercatat turun lebih dari 3% pada awal perdagangan.

Related Post