GILA! Trump Raup Triliunan dari Kripto & Saham!

Author Image

Hadi Wibawa

1 Juli 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Laporan keuangan tahunan Presiden Donald Trump yang baru saja dirilis oleh Pemerintah Amerika Serikat berhasil mengungkap fakta mengejutkan mengenai sumber kekayaannya yang fantastis. Dokumen setebal 927 halaman tersebut membeberkan bagaimana mantan sekaligus calon Presiden AS ini berhasil meraup pendapatan hingga belasan triliun rupiah, utamanya dari sektor aset digital kripto dan kepemilikan saham di berbagai perusahaan raksasa.

Laporan yang dirilis pada Selasa (XX/XX/2026) oleh U.S. Office of Government Ethics ini mencakup pengungkapan kekayaan Trump untuk tahun 2025, periode yang diyakini sebagai tahun pertamanya menjabat kembali sebagai Presiden AS. Merujuk pada laporan yang dikutip dari CNBC pada Rabu (1/7/2026), pendapatan Trump dari aset kripto sungguh mencengangkan.

GILA! Trump Raup Triliunan dari Kripto & Saham!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pesta Cuan dari Aset Kripto

Trump dilaporkan mengantongi US$ 515 juta dari penjualan token yang diterbitkan oleh World Liberty Financial (WLF), sebuah perusahaan kripto yang terafiliasi dengan keluarga Trump. Jika dikonversi dengan kurs terkini Rp 17.900 per dolar AS, angka ini setara dengan Rp 9,2 triliun. Selain itu, ia juga meraup US$ 65 juta (sekitar Rp 1,16 triliun) dari penjualan ekuitas di perusahaan induk WLF. WLF sendiri dikenal sebagai penerbit token tata kelola WLFI dan stablecoin USD1.

Tak hanya itu, Trump juga dilaporkan menerima royalti sebesar US$ 635 juta atau sekitar Rp 11,36 triliun dari ‘Celebration Coins’. Meskipun detail koin ini belum sepenuhnya jelas, kantor berita Bloomberg sempat mengindikasikan bahwa royalti tersebut terkait dengan CIC Digital LLC, bisnis memecoin milik Trump.

Kerajaan Properti Golf Tetap Menggila

Di luar dunia digital, kerajaan properti golf dan klub milik Trump tetap menjadi mesin pencetak uang yang tak kalah dahsyat. Pengungkapan kekayaan menunjukkan bahwa ia memperoleh pendapatan lebih dari US$ 290 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun dari properti-properti ikoniknya. Sumbangan terbesar datang dari Klub Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida; properti golf Trump National Doral; klubnya di Bedminster, New Jersey; Klub Golf Jupiter; dan Trump National Washington, D.C.

Koleksi Saham: Manuver Cerdas di Pasar Modal

Laporan tersebut juga merinci lonjakan pembelian saham terbesar oleh Trump, yang terjadi pada 18 Agustus 2025. Dokumen itu menunjukkan tiga transaksi beruntun di beberapa nama besar emiten teknologi seperti Apple, Microsoft, dan Nvidia. Setiap transaksi bernilai antara US$ 5-25 juta, setara dengan Rp 89-447 miliar. Perlu dicatat, nilai kepemilikan Trump diberikan dalam rentang dolar AS, bukan jumlah absolut, sesuai standar pengajuan etika pemerintah AS.

Pembelian saham Nvidia, misalnya, terjadi hanya seminggu setelah Trump mengumumkan kesepakatan penting antara Nvidia dan AMD dengan pemerintah AS, di mana 15% dari penjualan chip H2O mereka ke Tiongkok akan diberikan kepada pemerintah AS sebagai imbalan persetujuan ekspor. Kesepakatan ini membuka kembali aliran pendapatan utama dari Tiongkok bagi Nvidia. Sementara itu, transaksi saham Apple bertepatan dengan pengumuman perusahaan untuk investasi tambahan US$ 100 miliar di AS pada 6 Agustus, sehingga total komitmennya mencapai US$ 600 miliar.

Trump juga membeli saham Amazon senilai antara US$ 500 ribu-1 juta (sekitar Rp 8-17 miliar) pada 23 September 2025. Menariknya, pembelian ini dilakukan tepat di hari yang sama ketika persidangan penipuan pelanggan terkait keanggotaan Prime oleh Komisi Perdagangan Federal di Seattle dimulai. Persidangan berakhir dua hari kemudian dengan Amazon setuju membayar denda perdata US$ 1 miliar dan pengembalian dana total US$ 1,5 miliar kepada sekitar 35 juta pelanggan.

Investasi Emas hingga Royalti Merek Politik

Selain itu, laporan tersebut juga mengungkap aliran pendapatan lain yang beragam. Trump melaporkan menerima total lebih dari US$ 86 juta atau sekitar Rp 1,53 triliun dari penyelesaian sengketa hukum dengan perusahaan media seperti ABC, CBS, Meta, YouTube, dan X. Ia juga berinvestasi dalam batangan emas senilai US$ 500 ribu-1 juta (sekitar Rp 8-17 miliar).

Trump juga mengungkapkan penerimaan hadiah dengan total lebih dari US$ 370.000 atau sekitar Rp 6,6 miliar, yang sebagian besar berupa tiket ke acara olahraga bergengsi seperti Piala Dunia, Super Bowl, dan UFC.

Memanfaatkan Nama dan Merek Politik

Laporan kekayaan Trump secara gamblang menunjukkan betapa luasnya ia mampu memanfaatkan nama dan merek politiknya sejak terjun ke dunia politik. Pendapatan royalti meliputi:

  • US$ 4,7 juta (sekitar Rp 8,13 miliar) dari perjanjian lisensi untuk "Trump Watches" dengan The Best Watches on Earth LLC.
  • US$ 208.486 (sekitar Rp 3,73 miliar) dari penerbitan "The Greenwood Bible," kolaborasi dengan penyanyi "God Bless the USA" Lee Greenwood.
  • US$ 67.634 (sekitar Rp 1,21 miliar) dari kesepakatan lisensi "Trump Sneakers & Fragrances".
  • US$ 35.920 (sekitar Rp 642 juta) dari dukungan untuk "’45² Guitar".
  • Perjanjian penerbitan buku "Letters to Trump" senilai US$ 590.730 (sekitar Rp 10,5 miliar), "Save America" senilai US$ 1.893.965 (sekitar Rp 33,9 miliar), dan "A MAGA Journey" senilai US$ 552.685 (sekitar Rp 9,8 miliar).

Terakhir, Trump juga menerima bayaran sebesar US$ 200.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar untuk acara penggalangan dana di Naples, Florida, pada Desember 2022. Seluruh rincian ini melukiskan gambaran utuh tentang kecakapan finansial Donald Trump yang tak hanya mengandalkan aset tradisional, namun juga lihai meraup keuntungan dari era digital dan merek personalnya.

Related Post