Bahlil: Cadangan BBM Aman, Tapi Ada ‘Permainan’!

Author Image

Hadi Wibawa

14 September 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dengan tegas memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi sangat aman, jauh melampaui batas minimal yang ditetapkan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas fenomena antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar.

Menurut Bahlil, cadangan BBM nasional selalu dijaga di atas standar minimum 20 hingga 23 hari. "Saya kan selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional 20 hari, karena standar minimum nasional kita seperti itu," ungkap Bahlil saat berbicara dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahlil: Cadangan BBM Aman, Tapi Ada 'Permainan'!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, Bahlil menjelaskan bahwa akar permasalahan antrean di Makassar bukan semata-mata karena kekurangan pasokan. Ia mengidentifikasi adanya ‘pergeseran’ atau shifting perilaku konsumen, di mana banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih ke BBM subsidi. Perbedaan harga yang signifikan antara kedua jenis BBM tersebut menjadi pemicu utama fenomena ini.

Kecurigaan Bahlil muncul lantaran tak logisnya antrean panjang di tengah cadangan BBM yang melimpah. "Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?" tanyanya retoris. Setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap adanya praktik curang yang memperparah kondisi. Bahlil menyebutkan, sejumlah kendaraan mewah seperti Pajero dan truk-truk tertentu telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, mencapai 700 liter hingga 1 ton, khusus untuk menimbun BBM subsidi. Ia pun meminta dukungan penuh dari pihak Kepolisian untuk menindak tegas pelaku praktik ilegal ini.

Tak hanya itu, Bahlil juga mengindikasikan adanya rekayasa antrean. Ia menyoroti perilaku sebagian pengendara motor dan mobil yang sengaja ikut mengantre panjang, padahal tangki bensin mereka belum sepenuhnya kosong. "Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter," papar Bahlil, menunjukkan adanya upaya manipulasi untuk memperpanjang barisan dan menciptakan kesan kelangkaan. Fenomena ini, menurut Bahlil, memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak agar distribusi BBM subsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Related Post