IHSG Anjlok 3%! Investor Asing Kabur Ratusan Miliar!

Author Image

Hadi Wibawa

26 September 2026, 14:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Pasar modal Indonesia menghadapi pekan yang berat dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan 21 hingga 25 September 2026. Seiring dengan pelemahan indeks acuan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut terkoreksi tajam, menandakan sentimen negatif yang kuat di kalangan investor.

Berdasarkan data resmi dari BEI, IHSG terpantau melemah 3,09% dalam sepekan terakhir, ditutup pada level 6.241,892 pada penutupan perdagangan Jumat (25/9). Angka ini jauh di bawah posisi 6.441,159 yang tercatat pada pekan sebelumnya. Penurunan ini turut menyeret kapitalisasi pasar BEI yang menyusut drastis menjadi Rp 10.905 triliun. "Kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 3,20% menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun pada pekan lalu," terang Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, dalam keterangan resminya yang dikutip Redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (26/9/2026).

IHSG Anjlok 3%! Investor Asing Kabur Ratusan Miliar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun demikian, ada dinamika menarik pada aktivitas transaksi di lantai bursa. Rata-rata volume transaksi harian BEI justru menunjukkan peningkatan sebesar 2,04%, mencapai 29,20 miliar lembar saham dari 28,61 miliar lembar saham di pekan sebelumnya. Namun, tren ini tidak diikuti oleh frekuensi dan nilai transaksi. Rata-rata frekuensi transaksi harian justru menurun 3,95% menjadi 1,82 juta kali dari 1,89 juta kali. Yang lebih mencolok, rata-rata nilai transaksi harian anjlok drastis hingga 21,32%, dari Rp 15,22 triliun menjadi hanya Rp 11,98 triliun, mengindikasikan bahwa meskipun volume saham yang diperdagangkan meningkat, nilai transaksinya justru berkurang secara signifikan.

Sentimen negatif pasar diperparah oleh aksi jual investor asing yang masif. Pada perdagangan Jumat saja, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp 559,16 miliar. Tren ini bukan fenomena sesaat, sebab secara kumulatif sepanjang tahun 2026, tekanan jual dari investor asing semakin terasa dengan total nilai jual bersih yang mencapai angka fantastis, Rp 77,52 triliun. Angka ini mencerminkan kekhawatiran investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi.

Related Post