Bikin Geger! 5 Fakta Unik Pertemuan Trump-Xi Jinping

Author Image

Hadi Wibawa

27 September 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke Washington, Amerika Serikat, pada Jumat (25/9) lalu, telah menyita perhatian dunia. Meskipun disambut dengan serangkaian seremoni megah oleh Presiden AS Donald Trump, pertemuan formal pertama antara kedua pemimpin di ibu kota AS ini justru menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang kesepakatan konkret. Di balik gemerlap penyambutan, hanya beberapa poin penting yang berhasil disepakati, termasuk perpanjangan gencatan perang dagang yang krusial.

Berikut adalah lima fakta menarik yang terungkap dari pertemuan puncak antara Donald Trump dan Xi Jinping:

Bikin Geger! 5 Fakta Unik Pertemuan Trump-Xi Jinping
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

1. Gencatan Perang Dagang Berlanjut, Namun Singkat
Poin paling signifikan yang muncul dari pertemuan ini adalah kelanjutan gencatan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa kedua raksasa ekonomi tersebut sepakat untuk memperpanjang kesepakatan selama dua bulan, berlaku hingga 10 Januari 2027. Keputusan ini, yang lebih singkat dari perkiraan awal enam bulan, menandakan bahwa isu perdagangan masih akan menjadi agenda utama dalam negosiasi mendatang. Kesepakatan sebelumnya, yang dicapai di Busan, Korea Selatan, mencakup penurunan tarif AS dan penangguhan pembatasan ekspor mineral langka oleh Tiongkok. Dengan durasi yang relatif singkat ini, ketegangan perdagangan diprediksi akan kembali memanas menjelang KTT APEC di Shenzhen pada November dan KTT G20 di Miami pada Desember, di mana Trump dan Xi diperkirakan akan kembali bertatap muka.

2. Seruan untuk Bersaing Sehat Tanpa Konflik
Dalam dialog yang lebih luas, Xi Jinping secara diplomatis menyinggung "Thucydides Trap," sebuah konsep yang menggambarkan potensi konflik saat kekuatan baru menantang dominasi yang ada. Ia menekankan bahwa AS dan Tiongkok harus mampu bersaing secara sehat, bukan dalam bentuk konfrontasi yang mengharuskan satu pihak kalah. Persaingan, menurut Xi, seharusnya menjadi ajang untuk saling memacu kemajuan. Isu sensitif Taiwan juga tak luput dari pembahasan; Beijing mengklaim Xi meminta Washington untuk menentang kemerdekaan pulau tersebut, meskipun Donald Trump memilih bungkam di hadapan publik mengenai topik ini. Situasi di Timur Tengah juga sempat dibahas, meski pernyataan resmi Tiongkok tidak merinci secara spesifik tentang perang Iran.

3. Masa Depan AI Masih Menggantung
Meskipun kecerdasan buatan (AI) menjadi topik hangat yang memicu kekhawatiran global, pertemuan Trump dan Xi gagal menghasilkan langkah konkret baru terkait pengembangan atau pengawasannya. Sebelumnya, Trump menyatakan keinginannya untuk mempertahankan status quo dalam pengembangan AI, sebuah pandangan yang ia klaim juga dipegang Tiongkok. Xi Jinping sendiri menegaskan bahwa kedua negara memiliki kapasitas dan tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI demi kemaslahatan umat manusia, dengan penekanan bahwa teknologi ini harus selalu berada di bawah kendali manusia. Dorongan untuk kerja sama di bidang AI memang ada, namun detail atau kesepakatan spesifik mengenai bentuk kolaborasi tersebut tidak diumumkan pasca-pertemuan.

4. Penyambutan Megah ala Trump yang Penuh Kejutan
Donald Trump tak tanggung-tanggung dalam menyambut

Related Post