Wajah Baru Bandara Soetta 2027: Gedung Megah Ini Siap Ubah Pengalaman Anda!

Author Image

Hadi Wibawa

27 September 2026, 02:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – PT Hutama Karya (Persero) tengah bergerak cepat menggarap sebuah proyek infrastruktur vital yang diproyeksikan akan merevolusi konektivitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Proyek ambisius bernama Integrated Building ini dirancang sebagai titik temu utama berbagai moda transportasi, dengan target operasional penuh pada Februari 2027.

Berlokasi strategis di antara Terminal 1 dan Terminal 2, fasilitas terpadu ini akan menjadi hub sentral yang menghubungkan Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, taksi, bus, shuttle bus, hingga angkutan antarkota dalam satu kawasan yang efisien. Ini adalah langkah maju dalam mewujudkan mobilitas penumpang yang lebih mulus dan terintegrasi.

Wajah Baru Bandara Soetta 2027: Gedung Megah Ini Siap Ubah Pengalaman Anda!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bangunan megah ini berdiri di atas lahan seluas 18.487 meter persegi dengan luas bangunan mencapai sekitar 60.000 meter persegi. Integrated Building tidak hanya menawarkan skala yang impresif, tetapi juga fasilitas lengkap. Akan tersedia area parkir yang luas, titik drop-off dan pick-up yang nyaman, ruang tunggu penumpang yang modern, serta area komersial yang beragam untuk memenuhi kebutuhan para pelancong. Struktur bangunan terbagi menjadi Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara yang lebih tinggi dengan tiga lantai, termasuk area mezzanine.

Desain arsitekturnya memadukan gaya modern-kontemporer dengan sentuhan kekayaan budaya lokal. Fasad bangunan akan dihiasi panel Glass-Fiber Reinforced Concrete (GRC) berwarna oranye-terakota, menampilkan motif Mega Mendung yang ikonik dari batik Cirebon. Panel-panel modular berlubang ini, dipadukan dengan void yang cerdas, akan menghadirkan ruang hijau di dalam bangunan, menciptakan suasana yang asri dan nyaman bagi pengguna.

Pembangunan proyek di tengah hiruk pikuk operasional bandara yang tidak pernah berhenti tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Namun, Hutama Karya menjawabnya dengan penerapan teknologi mutakhir. Mereka menggunakan Building Information Modelling (BIM) 5D, sebuah pemodelan digital canggih yang tidak hanya membantu dalam perencanaan dan visualisasi, tetapi juga untuk menghitung kebutuhan material utama secara presisi. Material seperti besi didatangkan dari Surabaya, sementara pasokan beton berasal dari wilayah sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menekankan pentingnya koordinasi dan standar keselamatan. "Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengendalian pekerjaan yang baik, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga aspek keselamatan dan keamanan. Hutama Karya menerapkan prinsip Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proses konstruksi berlangsung secara aman dan tertib," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (26/9/2026).

Pemodelan digital BIM 5D ini juga krusial dalam membantu tim melihat keterkaitan pekerjaan, mendeteksi potensi clash atau benturan antar elemen, serta mengendalikan pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP) dengan lebih efektif.

Komitmen Hutama Karya dalam mendukung pengembangan infrastruktur transportasi yang terintegrasi ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan serta modern di salah satu bandara tersibuk di Indonesia ini.

Related Post