Jawa-Bali Terputus! Gilimanuk Macet Horor, ASDP Bertindak!

Author Image

Hadi Wibawa

27 September 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali mengalami kelumpuhan parah menyusul aksi blokade pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga berkilo-kilometer di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, memicu kekacauan mobilitas dan distribusi logistik. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera buka suara dan berupaya keras memulihkan operasional.

Aksi penyampaian aspirasi para pengemudi truk ini berlangsung di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang sejak Sabtu sore. Menurut laporan Redaksibengkulu.co.id, blokade dipicu oleh dinamika operasional terkait penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi. Kebijakan ini diambil demi keselamatan pelayaran, khususnya pengaturan muatan kapal LCT yang mengangkut truk besar dan sedang, mengingat faktor cuaca dan kondisi maritim terkini.

Jawa-Bali Terputus! Gilimanuk Macet Horor, ASDP Bertindak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peringatan dini PD1 Waspada dari BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang pada Sabtu pukul 15.00 WITA menunjukkan potensi angin kencang 10-15 knot dari utara serta arus kuat berkecepatan di atas 1,2 m/s, yang mendasari penyesuaian muatan tersebut. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas angkut dan operasional kapal.

Menanggapi situasi genting ini, ASDP menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan. "Setelah tercapainya kesepakatan bersama, fokus kami adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap," ujar Heru dari ASDP dalam keterangannya, Minggu. Ia menambahkan bahwa kapasitas kapal yang tersedia terus dioptimalkan, termasuk melalui percepatan siklus pelayanan kapal serta pengaturan muatan sesuai karakteristik dan kapasitas masing-masing kapal.

Aksi blokade yang dimulai pukul 14.15 WIB Sabtu kemarin akhirnya berakhir sekitar pukul 20.00 WIB setelah komunikasi dan mediasi intensif. ASDP bersama beberapa pemangku kepentingan lainnya menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pemulihan operasional dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Salah satu langkah krusial adalah mengoptimalkan distribusi kendaraan berdasarkan kapasitas dan karakteristik kapal yang beroperasi. Kendaraan dengan muatan di atas 30 ton diarahkan untuk dilayani melalui kapal-kapal LCM, dengan optimalisasi muatan sesuai kapasitas, sementara kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton diarahkan melalui kapal MB 1, 2, 3, dan 4.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapasitas kapal dan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. "Kuncinya adalah memastikan seluruh kapasitas yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Pengaturan muatan dilakukan sesuai kapasitas kapal, sementara proses pelayanan kapal terus dipercepat melalui koordinasi yang semakin solid antara petugas, regulator, dan operator," tegas Media.

ASDP juga intens berkoordinasi dengan asosiasi pelayaran untuk mengoptimalkan jumlah trip dan kapasitas angkut kapal. Sementara itu, asosiasi pengemudi truk turut berkomitmen mendukung kelancaran operasional dengan mengikuti arahan petugas terkait proses pemuatan kapal dan ketentuan operasional di kawasan pelabuhan.

Hingga Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau di kedua sisi lintasan sebagai dampak dari terganggunya operasional pada Sabtu. Di sisi Ketapang, antrean kendaraan tercatat sekitar 12 kilometer. Sementara di sisi Gilimanuk, antrean mencapai sekitar 3 kilometer dengan ekor antrean terpantau hingga kawasan Pertigaan Cekik.

Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP mengoperasikan 25 kapal pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. "Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak langsung kepada pengguna jasa, khususnya angkutan logistik. Karena itu, percepatan pemulihan menjadi prioritas kami," tambah Media. Ia mengimbau pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan tertib dan optimal.

ASDP bersama regulator, operator pelayaran, asosiasi pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pola operasi hingga kondisi layanan kembali normal. Optimalisasi armada dan fasilitas, pengaturan distribusi kendaraan, serta penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan layanan Ketapang-Gilimanuk tetap aman dan lancar, serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pada jalur strategis Jawa-Bali.

Related Post