Redaksibengkulu.co.id — Di tengah gejolak pasar saham yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan, dua emiten pertambangan besar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), justru tampil memukau dengan kabar positif. MDKA berhasil mencetak laba bersih yang signifikan setelah sebelumnya merugi, sementara ANTM memperkuat posisinya di bisnis emas dengan pembelian pasokan besar-besaran.
Perdagangan awal pekan, Senin (28/9), memang diwarnai tekanan signifikan bagi pasar saham domestik. IHSG terpantau ditutup anjlok 1,51% ke level 6.147,86. Sentimen negatif diperparah oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,13 triliun di seluruh pasar, jika memperhitungkan seluruh transaksi. Di pasar reguler saja, asing mencatatkan net sell sebesar Rp259,83 miliar.

Sembilan dari sebelas sektor yang diperdagangkan berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi menjadi yang paling terpukul, merosot 4,46%. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 0,47%. Kondisi ini sejalan dengan pelemahan bursa global, di mana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq di Amerika Serikat juga terkoreksi.
Also Read
Tekanan terhadap IHSG juga datang setelah batas minimum harga saham Rp50 dihapus. Saham GOTO tercatat mengalami auto rejection bawah (ARB) dan menjadi salah satu saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap IHSG, dengan kontribusi minus 12,84 poin dan bobot 1,29% terhadap indeks. Indeks ETF EIDO yang mencerminkan saham Indonesia di pasar AS dan Indeks MSCI Indonesia juga turut terkoreksi.
MDKA Balik Cetak Laba Fantastis, Pendapatan Meroket
Kabar gembira datang dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Pada semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$101,56 juta, sebuah pencapaian kontras dibandingkan kerugian bersih US$15,80 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan konsol




