INKA Bakal Diakuisisi KAI Meski Terlilit Utang!

Author Image

Hadi Wibawa

29 September 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, rencana strategis pemerintah untuk melakukan penggabungan usaha (merger) antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Industri Kereta Api (INKA) kini tengah memasuki tahap konsolidasi serius. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa proses integrasi kedua raksasa perkeretaapian ini sedang berjalan, meskipun jadwal pastinya masih dalam tahap pengecekan mendalam.

Dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Dony mengungkapkan bahwa skema yang direncanakan adalah menjadikan KAI sebagai perusahaan induk (holding), sementara INKA akan bertransformasi menjadi anak usaha (sub-holding). Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar transformasi BUMN untuk memperkuat sektor manufaktur nasional.

INKA Bakal Diakuisisi KAI Meski Terlilit Utang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Ini adalah bagian dari upaya transformasi BUMN agar sektor industri kita tumbuh dan berkembang. Mengingat sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja, kami ingin mendorong kapasitas INKA agar lebih maksimal seiring dengan fokus pemerintah pada pengembangan transportasi publik berbasis kereta api," ujar Dony.

Namun, di balik ambisi besar tersebut, INKA saat ini tengah menghadapi tantangan finansial yang cukup pelik. Berdasarkan data yang dihimpun, produsen kereta api milik negara tersebut tercatat mengalami kerugian sebesar Rp 677 miliar dan memikul beban utang yang mencapai Rp 4,7 triliun. Kondisi ini menyebabkan ekuitas perusahaan berada pada posisi negatif.

Menanggapi persoalan keuangan tersebut, Dony menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah pembenahan total. Salah satu solusi utama yang disiapkan adalah melalui skema penambahan modal guna memperbaiki kesehatan finansial INKA agar dapat beroperasi secara optimal di masa depan.

"Kapasitas produksi mereka saat ini memang belum mencukupi kebutuhan nasional. Selain itu, mereka memiliki masalah keuangan dengan unsustainable loan sebesar Rp 4,7 triliun. Semua ini akan dirapikan agar INKA bisa menjadi tulang punggung industri transportasi publik kita," tambah Dony.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, sebelumnya juga telah memberikan sinyal positif mengenai percepatan proses ini. Ia menyebutkan bahwa arahan merger ini datang langsung dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Rencananya, integrasi ini diharapkan dapat segera tuntas sebelum target awal yang dipatok pada 1 Januari 2027. Dengan bergabungnya INKA di bawah naungan KAI, pemerintah berharap sinergi antara operator layanan dan produsen sarana dapat menciptakan ekosistem transportasi kereta api yang lebih tangguh dan mandiri.

Related Post