Amankan Panen Merauke, Kementerian PU Bergerak!

Author Image

Hadi Wibawa

30 September 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah bergerak cepat menyiapkan berbagai skema penyediaan air guna menyukseskan rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ketersediaan sumber daya air menjadi faktor krusial yang kini menjadi fokus utama pemerintah menjelang masa panen di wilayah tersebut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengembangan lumbung pangan di berbagai penjuru tanah air merupakan instruksi strategis dari Presiden Prabowo Subianto demi mencapai swasembada pangan nasional. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan dua opsi utama: pemanfaatan air rawa dengan estimasi volume mencapai 160.000 meter kubik, serta optimalisasi air tanah melalui pembangunan sumur yang didahului dengan survei geolistrik untuk memetakan potensi akuifer.

Amankan Panen Merauke, Kementerian PU Bergerak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pada periode Oktober hingga November, diprediksi akan terjadi panen raya padi di Wanam seluas sekitar 180 hektar dengan estimasi produksi mencapai 130 hingga 140 ton. Visi Presiden sangat luar biasa dengan menempatkan lumbung pangan di berbagai titik di Indonesia, tidak hanya terpusat di Jawa, Sumatera, atau Sulawesi. Strategi ini memastikan jika satu wilayah mengalami kekeringan, wilayah lain masih memiliki cadangan air. Saat ini, cuaca di Papua sedang sangat mendukung," ujar Dody dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).

Berdasarkan data teknis, kawasan panen raya perdana ini memiliki total luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar, dengan area tanam aktif seluas 127 hektar. Di sektor selatan seluas 107 hektar, kondisi air relatif aman dengan ketersediaan 52.410 meter kubik untuk memenuhi kebutuhan 48.384 meter kubik. Namun, tantangan besar muncul di sektor utara seluas 20 hektar, di mana kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik, sementara ketersediaan hanya sebesar 805 meter kubik. Defisit yang signifikan ini yang menuntut intervensi sumber air alternatif secara segera.

Pengembangan KSPEAN Wanam sendiri merupakan mandat dari Inpres 14 Tahun 2025 yang mencakup lahan seluas 10.000 hektar. Mengingat karakteristik wilayahnya yang beragam—mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa—Kementerian PU menerapkan sistem pengelolaan air yang spesifik untuk tiap zona.

Hingga akhir September 2026, Kementerian PU telah merealisasikan pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) sepanjang 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer. Pembangunan jaringan irigasi rawa dan sistem pengendalian banjir ini menjadi kunci utama agar lahan di Papua Selatan dapat dimanfaatkan secara optimal, baik dalam menjaga ketersediaan air saat musim kering maupun mengendalikan kelebihan air di kawasan rawa.

Related Post