IHSG Tertekan, Emiten Ini Beri Kejutan!

Author Image

Hadi Wibawa

1 Oktober 2026, 08:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan tren negatif pada perdagangan Rabu (30/9). Indeks terpantau merosot 0,83% ke posisi 6.071,14. Meski demikian, di tengah tekanan pasar, sejumlah emiten justru mencatatkan kabar positif yang menarik perhatian para investor.

Di tengah pelemahan indeks, saham UNTR tampil menonjol dengan lonjakan signifikan sebesar 7,55%. Selain itu, MORA dan EMAS juga berhasil menguat masing-masing 1,99% dan 2,32%. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi yang paling terdampak dengan koreksi tajam 2,76%. Saham GOTO mencatatkan penurunan paling drastis hingga 13,51%, disusul TLKM yang melemah 3,38% dan BBCA yang turun 1,22%.

IHSG Tertekan, Emiten Ini Beri Kejutan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Aktivitas investor asing juga menunjukkan tren keluar, dengan catatan penjualan bersih mencapai Rp1,56 triliun di pasar reguler dan total Rp1,61 triliun di seluruh pasar.

Ekspansi Strategis MITI di Sektor Silika
PT Mitra Investindo Tbk (MITI) mengambil langkah besar dengan menjalin kemitraan strategis bersama PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA), anak usaha dari raksasa negara China, China Nuclear Engineering & Construction Corporation. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika milik anak usaha MITI.

Melalui kesepakatan ini, MITI akan melakukan eksplorasi, studi kelayakan, hingga rekayasa teknis. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat potensi hilirisasi pasir silika di Indonesia yang sangat besar, terutama untuk mendukung industri panel surya yang dapat meningkatkan nilai tambah material hingga 1.300 kali lipat.

Optimisme Kontrak Baru DEWA
Di sektor jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyatakan optimisme untuk meraih kontrak baru di luar proyek yang sedang berjalan. Meski ada regulasi baru dari Kementerian ESDM terkait pembatasan penggunaan anak usaha dalam Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), DEWA menegaskan hal tersebut tidak akan mengganggu operasional perusahaan.

Sebagai kontraktor independen bagi Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia, DEWA memiliki posisi tawar yang kuat. Keterlibatan mereka dalam proyek strategis nasional dan pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) menjadi faktor kunci yang memungkinkan perusahaan tetap eksis di tengah perubahan regulasi tersebut.

AALI Bagikan Dividen Tertinggi Sejak 2018
Kabar gembira datang dari PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Perusahaan perkebunan ini resmi mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp233 per saham. Total dana yang akan dibagikan mencapai Rp449,02 miliar.

Keputusan ini diambil menyusul performa gemilang AALI yang mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 56,51% pada semester I 2026, yakni mencapai Rp1,10 triliun. Angka dividen interim ini tercatat sebagai yang tertinggi bagi AALI sejak tahun 2018. Bagi investor, cum date untuk mendapatkan dividen ini jatuh pada 8 Oktober 2026, dengan jadwal pembayaran pada 26 Oktober 2026.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Related Post