Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa sektor perbankan Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif hingga Agustus 2026. Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,65% secara year-on-year (yoy). Sejalan dengan kenaikan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 10,94%.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan perbankan saat ini berada dalam posisi yang sangat solid. Hingga Agustus 2026, total penyaluran kredit telah menyentuh angka Rp 9.178 triliun, sementara akumulasi DPK telah mencapai Rp 10.413 triliun.

"Kami melihat hasil kecukupan modal perbankan sangat baik di angka 24,1%, dengan tingkat kredit bermasalah atau NPL Gross yang terjaga di level 2,9%," ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut saat menghadiri peluncuran RP3I 2026-2030 di Bali, Jumat (2/10/2026).
Also Read
Lebih lanjut, Kiki menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan cloud computing bagi industri perbankan. Menurutnya, integrasi teknologi ini merupakan peluang emas untuk mendongkrak efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis.
Namun, di balik peluang besar tersebut, OJK juga memberikan peringatan mengenai risiko keamanan siber yang menyertai transformasi digital. Kiki menekankan bahwa perbankan harus mampu menyeimbangkan antara inovasi teknologi dengan perlindungan data konsumen.
"Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata, namun tetap harus dibarengi dengan penguatan ketahanan siber, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen yang kuat demi menjaga kepercayaan masyarakat," pungkasnya.




