Target 600 Ribu Sapi, Indonesia Siap Mandiri Susu!

Author Image

Hadi Wibawa

3 Oktober 2026, 05:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah agresif untuk memutus rantai ketergantungan impor susu melalui program swasembada nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memperkuat produksi susu dari tangan para peternak lokal guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam upaya mengejar target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyusun strategi besar dengan menargetkan penambahan populasi sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029 mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan nasional.

Target 600 Ribu Sapi, Indonesia Siap Mandiri Susu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Selama peternak kita mampu menghasilkan susu secara optimal, kita tidak akan perlu lagi melakukan impor," tegas Amran dalam pernyataan resminya, Jumat (2/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa saat ini produksi susu segar domestik baru mampu mencakup sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional. Angka ini menunjukkan adanya peluang investasi dan pengembangan industri yang sangat luas bagi sektor peternakan rakyat.

Agung menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penambahan jumlah populasi sapi, tetapi juga membangun ekosistem yang komprehensif. Hal ini mencakup peningkatan produktivitas, jaminan kesehatan hewan, ketersediaan pakan berkualitas, hingga kemudahan akses pembiayaan.

"Kami ingin peternak bisa menambah populasi tanpa terbebani biaya awal yang besar. Oleh karena itu, skema dukungan seperti uang muka pembelian sapi, asuransi, hingga bantuan alat perah sedang disiapkan, termasuk melalui skema perbankan," jelas Agung saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Pasuruan, Jawa Timur.

Lebih lanjut, Agung menjamin bahwa pemerintah akan memastikan adanya kepastian pasar. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan kesiapan industri untuk menyerap hasil susu peternak, sehingga tidak ada produk yang terbuang sia-sia.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyoroti pentingnya peran koperasi sebagai jembatan antara peternak dan industri. Menurutnya, koperasi yang kuat akan menciptakan rantai pasok yang stabil dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Pasuruan, terlihat bagaimana peran koperasi sangat vital. Koperasi tersebut saat ini menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi, yang mampu menghasilkan produksi susu segar mencapai 35 ton per hari.

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menambahkan bahwa kunci keberhasilan peternak terletak pada kemitraan yang sehat dengan industri dan ketersediaan pakan. Jika pakan terjamin dan pasar sudah pasti, peternak akan memiliki kepercayaan diri untuk terus meningkatkan skala usahanya.

Optimisme ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang berkomitmen mendukung penyediaan lahan dan pakan guna memastikan sektor persusuan tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Related Post