OJK: Bank Tak Boleh Asal Bagi Dividen!

Author Image

Hadi Wibawa

4 Oktober 2026, 05:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah menyiapkan regulasi baru terkait pembagian dividen perbankan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi (IT) di sektor perbankan guna menghadapi ancaman kejahatan siber yang kian meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa bank tidak diperbolehkan membagikan seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham secara berlebihan. Fokus utama regulator saat ini adalah mendorong perbankan untuk lebih mengalokasikan modalnya guna investasi teknologi.

OJK: Bank Tak Boleh Asal Bagi Dividen!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Terkait dividend payout, ini berkaitan spesifik dengan penguatan perbankan, terutama dalam menghadapi tantangan teknologi saat ini," ujar Dian saat memberikan keterangan di Bali, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Dian, investasi di sektor teknologi membutuhkan biaya yang sangat besar. Hal ini menjadi krusial, mengingat saat ini banyak bank yang mulai mengembangkan layanan superapp untuk mempermudah nasabah. Di sisi lain, tren penggunaan aplikasi ini juga berbanding lurus dengan risiko serangan siber, penipuan (scamming), dan ancaman digital lainnya.

OJK berencana akan menyesuaikan besaran dividen yang dibagikan bank dengan kebutuhan investasi teknologi mereka. Dengan kata lain, bank diwajibkan menyisihkan sebagian laba sebagai cadangan penguatan sistem keamanan digital, sehingga tidak semua keuntungan dapat ditarik oleh pemegang saham.

"Teknologi itu mahal. Oleh karena itu, pemegang saham harus ikut memikirkan bagaimana bank bisa diperkuat ke depannya agar tahan terhadap cyber attack maupun scamming. Biayanya sangat luar biasa, apalagi jika semua bank sudah menerapkan sistem superapp," tambah Dian.

Melalui kebijakan ini, diharapkan stabilitas sistem perbankan nasional tetap terjaga dan nasabah merasa lebih aman dalam melakukan transaksi digital di tengah perkembangan teknologi yang sangat masif.

Related Post