Target Ekonomi 6%, Investasi Rp 2.258 T!

Author Image

Hadi Wibawa

5 Oktober 2026, 00:25 WIB

Jakarta – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia tengah memasang target ambisius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga menyentuh angka 6% pada tahun 2027 mendatang. Guna mewujudkan visi tersebut, diperlukan suntikan modal yang sangat besar, di mana proyeksi kebutuhan investasi nasional diperkirakan akan menembus angka Rp 2.218 triliun hingga Rp 2.258 triliun, dengan laju pertumbuhan investasi di kisaran 8-9%.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa transformasi ekonomi nasional akan difokuskan pada beberapa sektor kunci, yakni ekonomi hijau, ekonomi biru, serta penguatan ketahanan pangan, energi, dan air. Menurutnya, kunci utama untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif di kancah global adalah melalui sinergi antara penyediaan energi bersih yang terjangkau dan percepatan pembangunan infrastruktur digital.

Target Ekonomi 6%, Investasi Rp 2.258 T!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pemerintah berkomitmen menjadikan transisi energi dan digitalisasi sebagai mesin penggerak utama (twin engine) untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Haryo dalam keterangan resminya.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan keandalan energi hijau guna memenuhi kebutuhan listrik yang diprediksi mencapai 700-800 TWh pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 GW berbasis energi terbarukan. Untuk mendukung hal tersebut, pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 km akan terus digenjot demi menjamin pasokan listrik bagi sektor industri dan pusat data (data center).

Selain fokus pada industri besar, pemerintah juga berkomitmen pada pemerataan energi melalui program Listrik Desa. Targetnya, cakupan program ini akan meluas dari 1.505 lokasi pada 2025 menjadi 4.390 lokasi pada 2026, sehingga rasio elektrifikasi nasional dapat melampaui 99%.

Di sisi lain, kekayaan mineral strategis seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, dan batu bara menjadi modal kuat bagi program hilirisasi. Salah satu potensi yang sangat menonjol adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang diprediksi mampu memberikan nilai tambah hingga 67 kali lipat, mengingat besarnya permintaan pasar global yang mencapai US$ 5,91 triliun pada 2045.

Kekayaan sumber daya ini, termasuk pasir silika untuk bahan baku panel surya, telah menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang sangat kuat dalam rantai pasok global. Hal ini terbukti dengan mulai masuknya minat kolaborasi dari Uni Eropa, Amerika Serikat, hingga Kanada dalam pengembangan teknologi transisi energi di tanah air.

Untuk mendukung pendanaan, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan hijau, seperti green bonds, blended finance, JETP, dan AZEC. Selain aspek modal, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program vokasi dan magang lulusan perguruan tinggi juga menjadi prioritas guna mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di industri hijau masa depan.

Related Post