JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah melakukan langkah ekstrem dalam menata ulang struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proses pemangkasan jumlah perusahaan pelat merah ini terus berjalan secara masif guna memperbaiki kesehatan finansial negara.
Berdasarkan data terbaru, jumlah entitas BUMN yang sebelumnya mencapai 1.074 perusahaan kini telah menyusut drastis menjadi hanya 354 perusahaan saja. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa langkah efisiensi ini diambil setelah melihat ketimpangan kontribusi dividen yang sangat mencolok.

"Saat ini pemangkasan sudah menyisakan 354 perusahaan," ujar Rosan saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Also Read
Rosan membeberkan fakta mengejutkan bahwa selama ini, sekitar 97% setoran dividen untuk kas negara ternyata hanya bersumber dari 15 BUMN saja. Sementara itu, mayoritas perusahaan lainnya justru menjadi beban. Ia menyebutkan bahwa sekitar 52% dari ribuan entitas BUMN tersebut dalam kondisi merugi.
"Dari total 1.074 perusahaan di awal, kontribusi dividen 97% itu hanya datang dari 15 perusahaan. Sisanya, sebagian besar atau sekitar 52% justru mengalami kerugian," tegasnya.
Sebagai solusi, Danantara melakukan pembersihan terhadap perusahaan-perusahaan yang statusnya masih ada secara akta, namun sudah tidak lagi menjalankan kegiatan operasional atau dalam kondisi mati suri (dormant).
Selain menutup perusahaan yang tidak produktif, strategi utama yang dijalankan adalah melalui skema penggabungan atau merger. Danantara melakukan konsolidasi baik secara vertikal maupun horizontal pada lini bisnis yang serupa agar tidak terjadi tumpang tindih.
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah meleburkan enam perusahaan pengelola aset (asset management) milik berbagai bank BUMN menjadi satu wadah tunggal. Tak hanya itu, sektor hospitality dan kesehatan juga menjadi sasaran konsolidasi.
"Dulu hampir setiap BUMN memiliki aset hotel sendiri-sendiri. Sekarang, kami gabungkan 137 hotel tersebut agar lebih efisien. Begitu juga dengan hampir 75 rumah sakit yang kami satukan ke dalam satu entitas BUMN," pungkas Rosan.




