UMKM Go Global! Ekspor Tembus Rp 6,21 Triliun

Author Image

Hadi Wibawa

6 Oktober 2026, 14:25 WIB

JAKARTA – Melansir laporan dari redaksibengkulu.co.id, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif di pasar internasional. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa nilai transaksi melalui program "UMKM Bisa Ekspor" telah melonjak tajam hingga mencapai US$ 347 juta atau setara dengan Rp 6,21 triliun (asumsi kurs Rp 17.900) dalam periode Januari hingga Agustus 2026.

Lonjakan ini menunjukkan tren positif yang signifikan jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya menyentuh angka US$ 134,8 juta. Budi menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis 46 perwakilan perdagangan, yang terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara. Fasilitas ini menjadi jembatan bagi para pelaku usaha lokal untuk menjalin koneksi langsung dengan pembeli potensial di mancanegara.

UMKM Go Global! Ekspor Tembus Rp 6,21 Triliun
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa kegiatan ekspor tidak hanya didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga merambah ke pelaku UMKM," tegas Budi dalam acara Kick Off Fasilitas Sertifikasi Barcode Produk Pangan di Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).

Menariknya, mayoritas pelaku UMKM yang terlibat dalam program ini merupakan pemain baru yang sebelumnya belum pernah melakukan aktivitas ekspor. Selain memperluas jangkauan ke luar negeri, Kementerian Perdagangan juga tengah gencar mendorong produk lokal untuk merambah ritel modern di dalam negeri.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyediaan fasilitas sertifikasi barcode melalui kolaborasi dengan GS1 Indonesia, khususnya untuk kategori produk pangan kemasan dan produk kecantikan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah manajemen stok, layanan, hingga distribusi produk di rak-rak ritel.

"Kami telah bekerja sama dengan Aprindo dan Hippindo. Saat ini, kita bisa melihat banyak produk lokal yang sudah mulai bersaing di ritel modern," tambah Budi. Ia menekankan bahwa syarat utama untuk masuk ke pasar ini adalah kualitas dan daya saing produk, mengingat standar konsumen dan ritel yang semakin tinggi.

Sementara itu, antusiasme pasar global juga terlihat dari persiapan Trade Expo Indonesia (TEI) yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober mendatang di ICE BSD. Hingga saat ini, sebanyak 5.400 pembeli (buyer) asing telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Meski target transaksi tahun ini dipatok sebesar US$ 17,5 miliar—sedikit di bawah capaian TEI 2025 yang mencapai US$ 22,8 miliar—Budi tetap optimis jumlah pembeli akan terus bertambah seiring berjalannya acara.

Related Post